BKP Terima Penghargaan APN

215121_546066928755197_186510279_nRATU SAMBAN, BE – Nama Provinsi Bengkulu kembali harum di tingkat nasional.   Kali ini prestasi diukir dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, yang  mendapatkan penghargaan Adikarya Pangan Nusantara (APN) dalam kategori pelayanan ketahanan pangan tahun 2012.

Penghargaan APN tersebut diserahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di istana  negara sekitar pukul 15.00 WIB, kemarin.  Penghargaan APN itu  berupa tropi,  piagam dan sejumlah uang pembinaan diserahkan presiden kepada Amran Makmul SP  pendamping P2KP Kota Bengkulu.   Penerimaan penghargaan itu juga dihadiri kepala  Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu,  Muslih Z SH MSi,  dan didampingi  Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Yusmaini.
Usai penyerahan penghargaan,  Kepala  Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, Muslih Z SH MSi melalui Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Yusmaini menuturkan sangat  bersyukur atas  penghargaan tersebut, Badan Ketahanan Pangan tidak menyangka bakal mendapatkan penghargaan  paling bergengsi di tingkat nasional itu.
Dituturkanya, penghargaan APN yang diserahkan kepada Amran Makmul SP pendamping  P2KP Kota Bengkulu karena ia telah berhasil  dalam memotivasi masyarakat sekaligus mengefisiensikan  tanaman pangan  sekaligus mengoptimalkan lahan perkarangan yang dilakukan di kawasan Rawa Makmur Kota Bengkulu.  Inovasi yang dilakukan itu tak lain untuk melindungi lahan pangan di Kota Bengkulu dari alihfungsi lahan.
Selain Bengkulu, penghargaan   APN bidang  Pelayanan Ketahanan Pangan itu juga didapat oleh 8 provinsi lainnya, diantaranya Jogjakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Banten, Jambi dan Lampung.
Untuk bisa menjadi perwakilan provinsi,  kegiatan Amran Makmul SP telah diusulkan sejak  satu tahun lalu, dilihat bagaimana kontribusi ketersediaan pangan di Kota Bengkulu, profil  Amran Makmul  itu kemudian diusulkan ke Badan Ketahanan Pangan pusat.  Dari usulan itu tim pusat turun melakukan survei ke lapangan, dan  Alhamdulillah  Bengkulu meraih penghargaan itu.
”Pak Amran juga berharap uang pembinaan yang diterimanya nanti akan dikembangkan kembali pada komoditas jamur tiram, yang saat ini telah memiliki delapan kelompok  pengelola  rumah jamur,” kata Yusmaini. (247/prw)