BKKBN Perkuat Fungsi IPKB

PELATIHAN: Pemimpin Redaksi Harian Bengkulu Ekspress, Iyud Dwi Mursito saat memberikan materi pelatihan penulisan berita.
PELATIHAN: Pemimpin Redaksi Harian Bengkulu Ekspress, Iyud Dwi Mursito saat memberikan materi pelatihan penulisan berita.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan ke Graha Pena Bengkulu Ekspress Jum’at (19/1) kemarin. Kunjungan tersebut dalam hal memperkuat fungsi Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) yang ada di Provinsi Bengkulu. Dimana harapannya kedepan dapat mengajak penggiat yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana untuk memperkuat organisasi dan fungsi seiring perubahan tugas pokok BKKBN.

Disampaikan Kabid Latbang BKKBN Provinsi Bengkulu, Zainin, selama ini para penggiat yang tergabung dalam IPKB telah menerima berbagai materi terkait jurnalistik. Namun demikian, dengan berkunjungnya ke Graha Pena Bengkulu Ekspress hal tersebut dapat memberikan tambahan praktek dalam hal penulisan berita. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan tersebut diantaranya 30 orang public speaking dan 30 orang jurnalis.

“Secara teori memang sudah dipelajari sejak tanggal 15 Januari kemarin, namun bagaimana bentuk prakteknya disinilah mereka bisa lebih betul-betul memahaminya dari mulai mengumpulkan bahan hingga mengolahnya menjadi berita. Karena terkadang antara teori dengan praktek itu berbeda,” jelas Zainin.

Untuk itu, lanjutnya, diharapkan kedepan mereka dapat menginformasikan program KB dan bisa menyampaikan ke masyarakat secara umum. Karena secara umum masyarakat di Provinsi Bengkulu saat ini sudah sadar akan keluarga berencana, namun hal tersebut masih belum menjangkau ke daerah-daerah pelosok yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Masyarakatkan ada yang di pelosok, tapi dengan adanya para penulis ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat bisa terpapar akan program KB tersebut,” kata Zainin.

Terkait hal tersebut, Pemimpin Redaksi Harian Bengkulu Ekspress, Iyud Dwi Mursito dalam materinya menjelaskan bahwa berita adalah laporan tercepat yang harus bisa dikabarkan seluas-luasnya. Untuk itu, berita harus dikelola dengan teknik yang tepat, dari mulai mendapatkan bahan, menuliskan hingga menyebarluaskannya.

“Sebenarnya kesulitan yang sering dialami dalam menulis berita yakni kesulitan dalam memulainya. Tetapi jika hal tersebut sering dilakukan maka akan menjadi hal yang mudah,” ucap Iyud.

Dijelaskan Iyud, cara penulisan berita dapat dilakukkan melalui tiga cara diantaranya 5 W 1 H (apa-dimana-kapan-siapa-mengapa-bagaimana), kemudian teknik piramida terbalik yang menempatkan isi berita terpenting di bagian awal atau lead berita, dan teknik yang menempatkan isi berita terpenting di bagian akhir.

“Mudah diterapkan asal kita mampu memahami dengan baik proses penulisan berita untuk jurnalistik. Secara prinsip, apapun yang terjadi di sekitar kita dapat dijadikan berita. Namun untuk menuliskannya dibutuhkan kompetensi menulis berita, di samping harus berdasar fakta dan bersifat aktual,” papar Iyud. (777)