BKKBN Gencarkan Bangun Kampung KB

EKO/Bengkulu Ekspress. TANDATANGANI: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Busmar Edisyaf SP MM saat menandatangi MoU bersama media untuk ikut membangun Kampung KB di Provinsi Bengkulu.
EKO/Bengkulu Ekspress. TANDATANGANI: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Busmar Edisyaf SP MM saat menandatangi MoU bersama media untuk ikut membangun Kampung KB di Provinsi Bengkulu.

BENGKULU, BengkuluĀ  Ekspress – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu tengah gencar dalam membangun kampung keluarga berencana (KB) di setiap kabupaten/kota di Bengkulu. Setidaknya, dari implementasi program nawacita sejak tahun 2017 lalu itu, BKKBN Provinsi Bengkulu telah membangun 130 kampung KB di setiap kacamatan yang ada di kabupaten/kota. Seperti di Kabupaten Mukomuko ada 15 kampung KB, Bengkulu Utara 19 kampung KB, Benteng 10 kampung KB, Kepahiang 8 kampung KB, Rejang Lebong 16 kampung KB, Lebong 12 kampung KB, Kota 9 kampung KB, Seluma 14 kampung KB, Bengkulu Selatan 12 kampung KB dan Kabupaten Kaur ada 15 kampung KB.

“Target kita nanti setiap desa itu, jadi kampung KB. Kita kejar terus untuk bangun kampung KB,” terang Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Busmar Edisyaf SP MM kepada BE, usai menggelar pertemuan kelompok kerja advokasi kampung KB dan penyuluhaan KIE di aula Kantor Lurah Jalan Gedang Kota Bengkulu, kemarin (20/4).

Dikatakannya, pembangunan Kampung KB itu dilakukan, untuk merubah sikap masyarakat dalam melakukan kebiasaan buruk. Seperti dalam menjaga kesehatan, lingkungan hingga aktifitas ekonomi masyarakat. BKKBN memiliki peran penting, untuk memberikan pembekalan dan pengetahuan untuk masyarakat.

“Tugas kita untuk melakukan perubahaan sikap,” paparnya.

Untuk melakukan perubahaan sikap tersebut, tidak bisa dilakukan dengan cara instan. Namun harus dilakukan perubahaan dengan cara pemberiaan pengetahuan. Dengan pemberiaan pengetahuan itu, maka masyarakat akan jadi tahu dari yang tidak tau. Kemudian dengan melakukan perubahaan sikap. Dari yang menolak untuk tidak menjadi menolak. Lalu terakhir dengan melakukan perubahan prilaku.

“Nah jika pengetahuan dan perubahaan sikap itu bisa dilakukan. Maka perubahaan prilaku akan dapat dilakukan,” paparnya.

Dalam memberkan edukasi kepada masyarakat itu, dibutuhakan peran semua pihak, termasuk peran media. Dengan peran media itu, maka adukasi dapat dilakukan secara bersama-sama. Disamping itu, BKKBN juga akan terus menindaklanjuti, untuk langsung terjun kelapangan.

“Kita butuh media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas,” tambah Busmar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Pemerintah Kota Bengkulu, Drs Rosmida mengatakan, pembangunan kampung KB ini sangat baik sekali. Dengan adanya kampung KB tersebut, maka secara berangsur, masyarakat didalamnya akan ikut sejahtera.

“Sebagai contoh, kalau masih ada yang buang sampai sembarangan artinya belum sejahtera. Ini peran kita bersama,” terang Rosmida.

Pemerintah Kota, lanjut Rosmida juga terus memberikan pendampingan kepada masyarakat. Pendampingan yang dilakukan itu justru banyak tidak diketahui oleh masyarakat. Untuk itu, Rosmida mengatakan, peran media sangat membantu masyarakat dalam memberikan edukasi, dari pendampingan yang telah dilakukan selama ini.

“Informasi ini harus sampai dengan masyarakat. Kalau sudah jadi tugas kita bersama, maka tanggungjawab kita bersama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (151)