Bisnis Kolang Kaling Yang Menjanjikan

CURUP, BE- Usaha kerajinan buah kolang-kaling menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan pada saat bulan Ramadhan. Pasalnya, permintaan kolang kaling cenderung meningkat di bulan penuh berkah tersebut. Umiah (48), warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, yang sehari-hari disibukkan dengan kegiatan bertani, mengaku hampir setiap tahun mengolah biji buah pohon aren untuk dibuat kolang kaling. “Permintaan kolang kaling lumayan banyak saat Ramadhan, hampir setiap buah aren yang kami olah menjadi kolang kaling langsung habis dipesan pembeli,” terangnya.¬†Hanya saja, Umiah mengaku, mengolah buah aren menjadi kolang kaling memang butuh kesabaran dan ketelatenan. Setidaknya banyak langkah pekerjaan membuat kolang kaling mulai dari mengambil buah aren dari pohon, mengangkut, memisahkan buah dengan tangkai, merebus, membelah, kemudikan mencongkel isi buah aren yang sudah menjadi kolang kaling. “Kalau tidak sabar bisa gatal-gatal karena terkena getah dari buah dan tangkai buah aren,” katanya.¬†Dijelaskan Umiah, untuk pembuatan kolang kaling Ia mengaku membeli buah aren dari petani seharga Rp 10 ribu hingga RP 15 ribu/tandan, tergantung ukuran tandan yang dijual. Untuk mengolah buah aren, Ia harus dibantu karyawan upah harian mulai dari memisahkan buah aren dari tangkai tandan, merebus, membelah hingga mencungkil isi buah aren yang disebut kolang kaling. “Alhamdulillah, dalam satu tandan bisa dapat 3 kaleng kolang-kaling. Harga saat ini Rp 85 ribu/kaleng kita jual kepada pengumpul,” tutur Umiah. (999)