‘Bisnis Darah’, Pengungsi Vietnam jadi Miliuner di AS

090920_578319_Kieu_HoangSETIAP musibah pasti ada hikmahnya, semua kesulitan bakal memberikan kemudahan. Ungkapan itu sangat berlaku buat seorang pengungsi Perang Vietnam bernama Kieu Hoang. Hoang, mengungsi ke Amerika Serikat hanya beberapa saat sebelum Saigon jatuh ke tangan Vietnam Utara. Tujuan pertamanya adalah Pangkalan Marinir Pendleton. “Di sana saya mulai mencari pekerjaan di kamp. Dan pekerjaan pertama yang saya dapatkan adalah di perusahaan laboratorium industri plasma,” kenang Hoang kepada BBC Vietnam, seperti dilansir kembali BBC, Senin (4/5). Masa susah dia lakoni bersama istri dan lima anaknya.

“Saya tak punya mobil, hanya mengandalkan sepeda motor 50 cc untuk transportasi keluarga, termasuk untuk keperluan antar jemput anak-anak,” katanya. Perjuangannya kemudian ada di titik penting pada tahun 1980. Kieu Hoang mendirikan Rare Antibody Antigen Supply Inc., (RAAS), perusahaan yang bergerak di bidang plasma darah dan selanjutnya membeli sejumlah pusat-pusat plasma di Amerika Serikat. Keuletan dan kedisiplinan membuat usaha kecil Hoang berkembang.

“Menjelang tahun 1985, saya mempunyai 11 pusat plasma di AS dan untuk tahap pertama kami mengekspor banyak produk ke Jepang. Namun karena pelanggan-pelanggan Jepang tiba-tiba menghentikan impor, saya meninjau ulang proses bisnis ini dan memutuskan untuk berpindah ke Tiongkok,” tandasny. Di Negeri Panda, Hoang mendirikan perusahaan patungan pada 1987.

Dia memegang saham 50% di perusahaan patungan tersebut, meskipun biasanya di Tiongkok perusahaan asing hanya diperbolehkan memegang maksimum 49%. “Saya jelaskan kepada mereka tentang pentingnya produk-produk darah, sesuatu yang perlu dikaji oleh Tiongkok,” tutur Hoang. Sekarang, perusahaannya di Shanghai tercatat sebagai perusahaan farmasi terbesar kedua di Tiongkok ditinjau dari nilai pasar. “Kami mempunyai sekitar 400 karyawan dan kira-kira setengahnya sudah menjadi miliuner. Kami ingin sisanya segera menjadi miliuner,” pungkasnya.

Hoang kini dilaporkan memiliki 37% dari Shanghai RAAS yang diperdagangkan di Bursa Efek Shenzhen. Pada 2014, Hoang tercatat memulai debut di Forbes Billionaires List, dengan kekayaan bersih sekitar USD 2,8 miliar, hmmm…sekitar Rp36,4 triliun. (adk/jpnn)