Biji Kakao Sumbang Rp 17 Miliar

KEPAHIANG, BE – Keberadaan tanaman kakao di Kepahiang ternyata memiliki dampak besar bagi masyarakat Kepahiang. Bagaimana tidak. Tahun lalu, petani Kepahiang tercatat mampu menghasilkan perputaran uang hingga Rp 17 miliar melalui biji kakao.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepahiang Ir Ris Irianto mengungkapkan berdasarkan data penjualan kakao kering petani kepada pengumpul besar yang ada di Kepahiang. Untuk satu bulan Kepahiang menghasilkan 102,8 ton biji kering kakao dan untuk satu tahun per 31 Desember 2011 tercatat 1233,6 ton biji kakao kering per tahunnya.
“Jika dikalikan harga jual kakao Rp 14 ribu/kg maka uang kakao yang beredar sebesar Rp 17 miliar per tahun.Ini hanya pengumpul besar saja. Belum lagi dari pengumpul kecil dan ada juga yang langsung menjual ke luar daerah. Jika kita ambil keseluruhan tentu jumlah tersebut akan lebih besar lagi,” terang Ris.
Pada awal pemekaran 2004 lalu pengumpul biji kakao di Kabupaten Kepahiang ini masih belum ada. Namun sejak program kakao digulirkan pemerintah daerah, jumlah pengumpul kakao sudah mencapai 14 pengumpul baik yang ada di Kecamatan Kepahiang maupun Ujan Mas,” ujar Ris.
Dijelaskannya, daerah sentra penghasil kakao terbesar di Kepahiang ini terdiri dari beberapa kecamatan. Seperti Kecamatan Ujan Mas, Merigi, Tebat Karai, Kepahiang dan Bermani Ilir. “Ini merupakan sentra-sentra besarnya saja, dan belum termasuk daerah penghasil kakao lainnya yang tentu lebih banyak lagi,” tutup Ris.(505)