Bijak Sebelum Unggah di Medsos

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital, pentingnya literasi dalam bermedia sosial. Hal itu diungkapkan perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informasi di Kabupaten Rejang Lebong Rina Mariana, ST saat menjadi pemateri saat webwinar literasi digital, Rabu, (21/7).

Rina mengatakan media sosial merupakan media daring yang digunakan untuk kebutuhan komunikasi jarak jauh serta mendapatkan informasi melalui perangkat aplikasi khusus menggunakan jaringan internet. Tujuannya untuk menghubungkan antar pengguna dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

“Media sosial yang banyak digunakan di Indonesia meliputi, youtube, instagram, twitter, tiktok, whatsapp, line, dan facebook,” katanya.

Ie menekankan, bijak dalam bermedia sosial dengan menerapkan etika berkomunikasi dengan menggunakan internet antara lain, gunakan kata-kata yang sopan sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan.

“Lalu, tidak menggunkan kata-kata yang mengandung isu SARA, hati-hati dalam menggunakan huruf kapital, serta hindari perselisihan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tips sebelum mengunggah di media sosial diantaranya, tidak terlalu banyak membagikan hal pribadi, ingat bahwa jejak digital susah dihapus, ikuti akun yang tepat, lakukan detoks media sosial secara berkala. Serta bertanggung jawab dengan konten yang akan diunggah dan yakini kebenaran akan informasinya.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi ASEAN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu M. Arif Rahman Hakim, M.Pd mengatakan literasi digital mencakup kreatifitas, kolaborasi, berpikir kritis dan evaluasi, keamanan digital, informasi kurasi, pemahaman budaya dan sosial, serta ahli komunikator.

“Perlunya kolaborasi untuk mendorong literasi digital antara orang tua dengan siswa, lalu siswa dengan guru. Kompetensi yang wajib diterapkan di abad 21 ini ialah informasi, media, dan teknologi,” tegasnya.

Ia menambahkan, tugas seorang pendidik atau guru salah satunya ialah menanamkan agar peserta memiliki literasi teknologi.
Dalam penggunaan literasi digital, guru dan orang tua harus punya referensi konten-konten yang tepat untuk putra-putri dan siswa-siswinya.

“Tanpa adanya tampilan yang tidak pantas atau berguna untuk diakses oleh para siswa. Literasi digital yang baik bukan berarti akses sepenuhnya diserahkan kepada para siswa,” tutupnya.(hbn/adv)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*