Biaya Relokasi Pemakaman Merah Putih Tak Ada Dalam APBD 2021

FOTO IMAN/ BE – DPRD Komisi I Kota Bengkulu saat memantau langsung lokasi relokasi makam merah putih, Senin (15/03).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – DPRD Komisi I Kota Bengkulu melakukan pemantauan langsung di lokasi baru pemakaman merah putih Pemkot Bengkulu, Senin (15/03). Dari hasil pemantauan, saat ini kondisi tempat tersebut sarana dan prasarananya masih belum memadai seperti akses jalan hingga lahan yang belum diratakan keseluruhan. Namun nyatanya, di APBD 2021 ini, tak ada anggaran yang ditujukan untuk biaya relokasi pemakaman tersebut.

“Memang solusinya adalah pemerintah harus menyediakan relokasi. Oleh karena itu kita lihat kesiapan dari lokasinya ya. Makanya secepatnya kami inginkan bahwa sarana dan prasarana ini segera di lengkapi, diperbaiki. Misalnya jalan, tentu harus ada pengerasan di lokasi ini. Karena bagaimana nanti orang memakamkan itu dengan kondisi misalnya lagi hujan deras jalan kan sangat becek ya. Itu dilakukan pengerasan kemudian ini juga segera misalnya digusur dengan baik ya. Karena jangan sampai ada yang rendah, ada yang tinggi. Ini masih sekitar belum nyampe satu hektar yang telah didoser. Kita minta ini disegerakan sehingga tidak ada lagi alasan bagi ahli waris menolak,” jelas Ketua Komisi I, Teuku Zulkarnain.

Sementara itu, terkait dengan anggaran pemindahan makam tersebut, anggota Komisi I Ariyono Gumay yang sekaligus anggota Banggar DPRD Kota Bengkulu menjelaskan untuk tahun ini anggaran relokasi makam tidak ada dalam pembahasan APBD 2021. Padahal, untuk pemindahan satu makam memerlukan biaya untuk upah penggali kubur.

” Ya memang pada saat pembahasan di APBD 2021 tidak ada anggaran untuk pemindahan dan relokasi kuburan. Dan perlu kita ketahui bersama untuk pemindahan itu kan perlu biaya. Dari menggali sampai menanam kembali. Seperti layaknya di TPU-TPU biasa, itu kan penggalian dan pemakaman itu sekitar Rp 1 juta. Informasinya dari Pak Kadis tadi ada kurang lebih 260 yang akan kita relokasi. Kalaulah kita berkaca kepada kebiasaan biaya penggalian berarti kalau menggali dan menanam kembali itu kurang lebih Rp 2 juta. Sedangkan kita tidak, belum ada anggaran untuk itu,” kata Ariyono.

Sambung Ariyono, biaya pemindahan itu juga perlu dipertimbangkan dan harus di kaji secara komprehensif dan paripurna. Baik itu kesiapan sarana dan prasarana maupun kesiapan di anggaran.

“Kesiapan di tanah juga kita harus siapkan. Pertama kita cek di sini belum ada pembagian blok muslim dan blok nonmuslim. Yang dikhawatirkan kalaulah nanti mereka bersepakat untuk dipindahkan, kita belum ada penataan bloknya. Sedangkan itu perlu pemisah antara muslim dan nonmuslim. Saya pikir yang paling penting adalah biaya dalam merelokasi, kemudian penataan blok untuk makam merah putih yang baru,” tutupnya. (Imn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*