Biaya Perjalanan Dinas Non Tunai

duit
Foto : IST

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress– Mewujudkan transparansi penggunaan anggaran, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berencana agar seluruh biaya perjalanan dinas PNS dikeluarkan dengan sistem non tunai. Dengan demikian, seluruh pengguanaan dana yang bersumber dari APBD bisa dipantau lebih mudah.

“Pada tahun ini (2018,red), biaya untuk perjalanan dinas masih menggunakan sistem tunai. Hal ini terpaksa kami lakukan dikarenakan sistem Bank Bengkulu (BB) yang merupakan rekanan kami belum bisa mendukung hal itu,” ungkap Pelaksana harian (Plh) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKD) Kabupaten Benteng, Agung Budiyanto SE, kemarin (3/8).

Pria yang saat ini menjabat selaku Kabid Perbendaharaan dan Kas Daerah ini menuturkan, terhitung tahun 2018 ini seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Kabupaten Benteng memang sudah diwajibkan untuk menerapkan sistem non tunai. Aturan ini berlaku untuk seluruh belanja yang menggunakan dana dari APBD Kabupaten Benteng. “Semua belanja atau pengeluaran sudah tak ada lagi yang dilakukan secara tunai. Dengan demikian, semua bendahara tak ada lagi yang memegang uang dalam jumlah besar,” beber Agung.



Meski demikian, sambung Agung, belanja non tunai barulah dilakukan terhadap pengeluaran yang jumlahnya lebih dari Rp 1 juta. Sedangkan untuk belanja diatas Rp 1 juta, semuanya dilakukan secara transfer melalui Bank Bengkulu. “Ini juga dilakukan untuk menghindari kelalaian bendahara dalam membayar pajak. Dengan sistem non tunai, semua pajak secara otomatis akan langsung dibayarkan oleh Bank Bengkulu,” jelas Agung.

Jika dibandingkan dengan kabupaten lain se-Provinsi Bengkulu, Agung mengutarakan, bahwa Pemda Kabupaten Benteng merupakan yang pertama dalam menerapkan instruksi pusat dalam menggunakan sistem non tunai.

“Sistem non tunai tentu saja akan terus kami evaluasi untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh bendahara OPD. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan pada tahun 2019 mendatang transaksi non tunai juga akan dilakukan pada belanja dibawah Rp 1 juta. Berapapun pengeluaran, dilakukan secara non tunai,” pungkas Agung.(135)