Biaya Nikah Dipertanyakan

Martoni
TAIS,BE- Banyaknya isu sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) melakukan pemungutan biaya nikah di atas tarif yang telah ditetapkan membuat Komisi II DPRD Seluma mempertanyakan hal tersebut ke Kementrian Agama (Kemenag) RI.
“Namun pada prakteknya, di lapangan DPRD Seluma menemukan sejumlah laporan bahwa biaya nikah lebih besar. Sehingga memberatkan masyarakat yang mau menikah dan inilah tindaklanjut daripengaduan warga kita,” terang anggota Komisi II, Martoni SHI.
Bukan itu saja,kedatangan Komisi II ke Kemenag juga membawa misi menanyakan masalah kuota haji Kabupaten Seluma yang tidak pernah bertambah. Karena sampai saat ini tetap 169 orang untuk Seluma. Kemudian, Komisi II DPRD Seluma akan meminta penjelasan mengenai masalah tim pembimbing haji daerah (TPHD).
“Sebenarnya TPHD tersebut siapa saja yang diperbolehkan berangkat dan kejelasan ini harus kita ketahui,” terangnya.
Tidak ingin ketinggalan, Komisi I DPRD Seluma juga melaukan kunjungan ke Kementrian Kehutanan untuk menanyakan masalah Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Serta sistem plasma yang harus diterapkan oleh perusahaan perkebunan yang ada di deaerah. Serta Komisi III hari ini menjadwalkan kunjungannya ke Kementrian Pekerjaan Umum.  Mereka akan menanyakan mengenai pengairan di daerah. Serta berkunjung ke Kementrian Lingkungan Hidup.
“Kami tidak hanya melakukan jalan-jalan melainkan membawa misi dari setiap leading sector masing-masing,” terangnya. (333)