Biaya Akta Kelahiran Jutaan Rupiah

TALANG EMPAT, BE – Wajar saja bila warga Bengkulu Tengah saat ini banyak tidak memiliki akte kelahiran. Pasalnya biaya mengurus akta kelahiran di Bengkulu Tengah ternyata sangat mahal. Nilainya mencapai jutaan rupiah, padahal di daerah lain biaya akta kelahiran hanya ratusan ribu saja. Inilah faktor utama penyebab warga enggan mengurus surat adiministrasi kependudukan tersebut.

Hal ini disampaikan Kades Air Sebakul, Awang Harodin. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pengesahan hukum dari pengadilan negeri ketika mengurus akta kelahiran warganya. Biaya yang dikeluarkan, kata Awang mencapai Rp 1,5 juta perorang. Biaya itu mencakup transportasi, makan, pengurusan akta di pengadilan, termasuk biaya perjalanan pulang pergi 2 orang saksi yang harus ditanggung. “Cukup berbelit, memakan waktu hingga 3 hari, pulang pergi. Untuk biaya di pengadilan sendiri persisnya saya tidak tahu,” ujar Awang.

Besarnya biaya akta kelahiran ini membuat warga enggan membuat akta kelahiran  wilayah Benteng yang harus melalui Pengadilan Agama di Bengkulu Utara. Mahalnya biaya akta kelahiran ini membuat warga lebih memilih membuat akta kelahiran di daerah lain, walaupun domisili mereka di Benteng.

”Warga justru banyak mengurus akta kelahiran di Kota Bengkulu. Disamping cepat, biayanya juga murah cuma Rp 200 ribu, urusan selesai,” ujar Awang.
Ismai Yuddin, BSc, SSos, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil membenarkan tinginya biaya akta kelahiran tersebut. ”Warga memang mengeluhkan biaya pengurusan akta kelahiran yang mencapai jutaan rupiah. Nilai pungutan yang sebenarnya, saya tidak tahu. Pengadilan tak memberi tahu seolah-olah ditutup-tutupi. Padahal biaya formal untuk akta kelahiran hanya tercatat Rp 217 ribu.”
Perincian biaya itu, Rp 30 ribu untuk biaya pendaftaran, Rp 6 ribu biaya materai, Rp 5 ribu redaksi penetapan, Rp 50 ribu administrasi, dan Rp 126 ribu biaya panggilan sidang. Sayangnya biaya itu tak diakomodir dalam peraturan khusus. Sehingga bisa dipermainkan oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan.  Sehingga saat warga mengurus akta kelahiran uang yang dikeluarkan mencapai jutaan rupiah. (122)