Biang Kerok Keracunan Diduga Bakteri E-Coli

bakteriBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Hingga saat ini belum diketahui penyebab terjadinya ratusan warga mengalami keracunan, usai menyantap hidangan di pesta salah seorang warga di Kota Bengkulu. Namun, biang kerok keracunan diduga bakteri  E-Coli.

“Sampai sekarang kami belum mendapat laporan dari BPOM, tetapi berdasarkan pengamatan kita selama perawatan pasien, keracunan ini disebabkan oleh virus E-Coli atau toksin yang bisa timbul tanpa disadari.

Gejalanya muntah, mual, dan diare. Tetapi sudah ditanggani dengan pengobatan yang ada di rumah sakit,” Kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota, dr Lista Cerlyviera, kemarin (18/4).

Dia menambahkan, semua pasien yang dirawat sudah mulai membaik dan gejala muntah-muntah sudah dalam kondisi stabil. Beberapa diantaranya sudah ada yang pulang, namun masih ada yang perlu dirawat inap.

Ia juga mengimbau jika ada warga yang kembali mengalami gejala keracunan maka segera melaporkan dirinya ke puskesmas terdekat, atau posko kesehatan. “Jika kondisi semakin parah maka petugas kesehatan akan langsung membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif,” katanya.

Meski puluhan warga lainnya sudah berangsur membaik, namun berbeda dengan salah satu korban keracunan yang dialami oleh salah satu warga Merpati 5 RT 8 Kelurahan Rawamakmur, M Nasir (60) cukup parah. Pasalnya, sejak merasakan gejala keracunan tersebut, hingga kini dirinya masih belum sadarkan diri dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. “Masuk IGD senin kemarin, awalnya mual dan muntah terus, sekarang belum ada perkembangan apapun. Padahal saat diperiksa tidak ada riwayat penyakit lain,”ungkap keluarga korban, Nurlela.

Menurut Kepala RS Bhayangkara, Akbp M Zakir, pihaknya telah melakukan berbagai pemeriksaan untuk mengecek penyakit lainnya, namun sesuai dengan keterangan keluarga hasil pemeriksaan ini menyatakan bahwa pasien tidak memiliki riwayat penyakit yang lain. Sehingga, bisa dikatakan pasien mengalami keracunan cukup berat.

“Saat ini ada satu pasien yang masih rawat jalan, tetapi ada satu yang masih perlu dirawat inap, karena memang kondisinya belum membaik. Kita akan terus melakukan perawatan intensif,” pungkasnya

Sementara itu, Polres Bengkulu langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab keracunan mssal. Dari hasil penyelidikan sementara, rata-rata korban yang keracunan banyak memakan kuah soto ditambah sambal cabe hijau. Hal tersebut dikatakan Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kunprasetyo SIK. “Dari pengakuan korban keracunan yang sudah kita mintai keterangan, rata-rata mereka makan soto dan sambal cabe hijau,” jelas Kapolres, Rabu (18/4).

Meski demikian, belum bisa dijadikan patokan jika yang menyebabkan keracunan adalah kuah soto serta sambal cabe hijau. Karena untuk lebih jelasnya menunggu hasil penelitian labolatorium BPOM yang bisa menunjukkan secara spesifik kenapa makanan di pesta pernikahan bisa menyebabkan keracunan ratusan warga. “Kita masih menunggu hasil uji lab BPOM, dari kita juga melakukan pengujian tapi belum kelaur hasilnya,” imbuh Kapolres.(167/805)

Baca juga

Tamu Undangan Keracunan Massal, Ini Penjelasan Tuan Rumah Pesta Pernikahan