BI Siapkan Rp 5 M Uang Kecil

Ilustrasi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Jelang Hari Raya Idul Fitri, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu membuka layanan penukaran uang pecahan kecil di halaman Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu.  Sebanyak Rp 5 Miliar disediakan oleh BI dan 18 perbankan di Bengkulu untuk penukaran uang bersama ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Irwan Effendi mengatakan, pihaknya telah menyediakan uang baru sebanyak Rp 5 milar selama seminggu sejak 23-29 Mei 2019 untuk kebutuhan layanan penukaran uang. Dengan modal sebesar itu, artinya dari hari pertama BI bersama 18 perbankan bisa melayani sekitar 150 orang perhari dengan setiap penukar hanya boleh menukarkan maksimal Rp 3,8 juta.

“BI bersama dengan perbankan di Bengkulu membuka sebanyak 6 meja layanan penukaran uang kecil untuk kebutuhan lebaran, dimana setiap meja nantinya akan melayani lebih kurang 25 orang dalam sehari,” kata Irwan saat membuka Layanan Penukaran Uang bersama di RSHD Kota Bengkulu, kemarin (23/5).

Irwan mengaku, layanan penukaran uang tidak hanya dibuka oleh KPw BI Bengkulu di RSHD Kota Bengkulu saja. Akan tetapi, sebanyak 21 bank di Bengkulu juga melayani penukaran uang pecahan kecil di kantornya masing-masing. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika tidak terlayani di lokasi penukaran uang bersama ini, mengingat jam layanan hanya dibuka sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. “Bagi yang tidak sempat datang ke RSHD Kota Bengkulu, bisa langsung ke bank yang ada di Bengkulu, semua bank juga melayani penukaran uang kecil,” ujar Irwan.

Ia berharap, layanan penukaran uang pecahan kecil di RSHD Kota Bengkulu bisa melayani hingga 1.050 orang atau lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat hanya sekitar 800 orang. Optimisme tersebut diyakini dapat tercapai, mengingat pada hari pertama dibukanya layanan penukaran uang ini sudah lebih dari seratus orang yang melakukan penukaran uang.

“Kita yakin pada tahun ini lebih dari 1.000 orang yang melakukan penukaran uang kecil, karena kita lihat antusiasme masyarakat juga tinggi,” tuturnya.

Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, ke depan BI berharap masyarakat dapat melakukan penukaran uang menggunakan buku tabungan. Sehingga penukaran uang kecil hanya dilakukan di bank tempat masyarakat menabung.

Hal ini dilakukan untuk mencegah tindak kejahatan seperti penodongan serta memperkecil peredaran uang palsu.
“Kalau penukaran uang langsung ke Bank masing-masing maka penodongan dan uang palsu bisa dicegah, kan yang aman juga masyarakat itu sendiri,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*