BI Siap Sejahterakan Petani Ikan

DATANG: Kepala BI Cabang Bengkulu bersama anggota komisi 11 DPR RI mendatangi ruang kerja Wakil Bupati Bengkulu Selatan sebelum menemui petani ikan Bengkulu Selatan, Senin (15/1).
DATANG: Kepala BI Cabang Bengkulu bersama anggota komisi 11 DPR RI mendatangi ruang kerja Wakil Bupati Bengkulu Selatan sebelum menemui petani ikan Bengkulu Selatan, Senin (15/1).

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Kepala Bank Indonesia Cabang Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, S.E, M.BA, mengaku ikut prihatin dengan nasib petani ikan kolam air deras di Bengkulu Selatan (BS). Oleh karena itu dirinya siap membina para petani ikan tersebut agar perekonomian mereka meningkat.

“Informasi yang saya dapat, petani ikan di Bengkulu Selatan kalah bersaing dengan daerah lain, untuk itu, kami siap memberikan pembinaan,” katanya saat berkunjung ke Pemda Bengkulu Selatan dengan menemui Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, S.E, M.M, dan didampingi Anggota Komisi 11 DPR RI, Anarulita Muchtar, di ruang kerja Wabup Bebgkulu Selatan, Senin (15/1).

Endang Kurnia mengatakan, untuk memastikan bentuk pembinaan yang akan diberikan, usai menemui Wakil Bupati Bengkulu Selatan, kemarin dirinya langsung menemui para petani ikan Bengkulu Selatan di kawasan Kecamatan Seginim, Air Nipis dan kedurang. Pertemuan di Desa Palak Bengkerung, Air Nipis.

“ Kami akan pelajari dahulu, sehingga jelas bentuk pembinaan apa yang akan kami berikan,” ujarnya.

Hanya saja, sambung Endang Kurnia, pembinaan yang akan diberikan bukan memberikan uang tunai, namun peralatan atau sarana dan prasarana pendukung. Dirinya mencontohkan, jika selama ini para petani ikan mengeluhkan harga pakan yang sangat tinggi dan mengakibatkan, petani ikan harus mengeluarkan biaya tinggi untuk pengelolaan ikan kolam air deras mereka.

Sehingga bentuk bantuan yang akan diberikan berupa bantuan mesin produksi pakan. Dengan begitu, para petani bisa memproduksi pakan ikan sendiri, dan akhirnya biaya pakan lebih murah. Sehingga harga jual ikan bisa bersaing dengan dari luar.

“Kalau selama ini mengeluhkan harga pakan yang tinggi, kemungkinan nanti kami akan salurkan mesin produksi pakan, sehingga pakan didapat dengan sangat mudah harga jual juga nantinya bisa bersaing dan petani tetap untung,” terang Endang.

Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, S.E, M.M mengatakan, kondisi yang dialami petani ikan Begkulu Selatan selama ini berupa produk ikan mereka yang kalah bersaing dengan daerah luar. Pasalnya harga jual ikan Bengkulu Selatan lebih mahal dari daerah lain. Sehingga para konsumen lebih memilih membeli ikan dari daerah lain.

“Permasalahan hanya para harga, harga jual ikan Bengkulu Selatan lebih mahal dari daerah lain, sehingga ikan Bengkulu Selatan kurang laris,” katanya.

Gusnan mengatakan, tingginya harga jual ikan Bengkulu Selatan ini akibat dari mahalnya harga pakan dan biaya pengolahan lainnya. Padahal produk ikan Bengkulu Selatan lebih berkualitas dari daerah lain. Dirinya mencontohkan, selama ini harga jual ikan Bengkulu Selatan paling rendah Rp. 21.000 per kg. Jika harga jual dibawah harga tersebut maka petani Bengkulu Selatan akan merugi. Sedangkan ikan dari daerah lain bisa lebih rendah hingga Rp. 17.000 atau Rp. 18.000 per kg.

“Bayangkan ikan dari daerah lain bisa Rp. 17.000 per kg, sedangkan kita kalau dibawa Rp. 21.000, pasti petani merugi,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, sambung Gusnan, jalan satu-satunya dengan mencari pakan yang harganya murah. Sebab tingginya jual ikan di Bengkulu Selatan karena harga pakan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, dengan kedatangan Kepala Bank Indonesia Cabang Bengkulu ke Bengkulu Selatan, dirinya berharap Bank Indonesia dapat mencarikan solusi bagi petani ikan Bengkulu Selatan agar bisa mendapatkan pakan dengan harga murah. Terlebih lagi bahan baku pakan di Bengkulu Selaatan sangat melimpah.

“Permasalahan utama yang dihadapi petani ikan, yakni pakan, kami sangat berharap pihak Bank Indonesia bisa membantu agar petani ikan bisa mendapatkan pakan dengan harga murah dan ketika menjual ikan dengan harga Rp. 17.000 atau maksimal Rp. 18.000 per kg, petani ikan di Bengkulu Selatan masih tetap untung,” harap Gusnan. (369)