BI Gelar Training Perbankan Syariah

BENGKULU, BE – Bank Indonesia (BI) hari ini menggelar training perbankan Syariah untuk 50 dosen dari PT/PTS (Perguruan Tinggi/Perguruan Tinggi Swasta) di Bengkulu. Training tersebut dilakukan kepada dosen agar bisa mentransformasi pengetahuan atau ilmu mengenai perbankan syariah kepada mahasiswa. “Agar para dosen bisa menggalli dan menambah keilmuannya mengenai perbankan syariah. Sehingga ada transformasi kepada mahasiswa yang diajarnya,” kata Pejabat Bank Indonesia Bengkulu Bayu Martanto, kemarin. Training tersebut akan menghadirkan pemateri dari Direktorat Pengawasan Perbankkan Syariah Bank Indonesia. Kegiatan dilakukan selama 3 hari di Kampus STAIN Bengkulu. “Dijadwalkan akan dibuka Pemimpin BI Bengkulu (Causa Iman Karana),” katanya. Sebelumnya, Pemimpin BI Bengkulu Causa Iman Karana mengatakan aset perbankan syariah di Provinsi Bengkulu meningkat 100 persen pada 2011 dibanding tahun 2010. “Pada 2010 aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp 200 miliar sementara pada 2011 naik menjadi Rp422 miliar ini menunjukkan tingkat pertumbuhan perekonomian dan kepercayaan masyarakat pada perbankan syariah terus meningkat,” katanya. Tingginya kepercayaan publik Bengkulu pada perbankan syariah dalam waktu dekat juga akan segera hadir BRI syariah. Tingginya perbankan syariah di Bengkulu karena 97 persen penduduk Bengkulu adalah muslim, sejauh ini terdapat Bank mandiri syariah, Bank Muamalat, Bank Bengkulu Syariah, Mega Syariah dan banyak lagi. “Selain aset, peningkatan juga terjadi pada dana yang berhasil dihimpun bank umum syariah dari masyarakat se-Provinsi Bengkulu. Jika pada 2007 dana yang terhimpun Rp99 miliar maka 2008 meningkat menjadi Rp122 miliar,” katanya. Dana yang terhimpun terus mengalami peningkatan setiap tahunnya yakni 2009 menjadi Rp 152 miliar, 2010 meningkat lagi menjadi Rp 194 miliar dan hingga Juni 2011 jumlah dananya mencapai Rp230 miliar. “Kredit yang disalurkan bank umum syariah kepada masyarakat Bengkulu juga mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jika 2007 kredit yang disalurkan Rp188 miliar maka tahun 2008 meningkat menjadi Rp216 miliar,” katanya. Tahun berikutnya, penyaluran kredit terus mengalami peningkatan yakni 2009 menjadi Rp262 miliar, 2010 naik menjadi Rp374 miliar dan hingga Juni 2011 jumlah penyaluran kredit mencapai Rp441 miliar. (100)