BI Bengkulu Temukan 50 Lembar Uang Palsu

FOTO RIFKY/BE – Irwan Efendi Kepala Tim Sistem Pembayaran KPwBI Bengkulu

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Di tahun 2020 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menemukan uang palsu sebanyak 50 lembar.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Joni Marsius melalui Kepala Tim Sistem Pembayaran, Irwan Efendi, ia mengaku bahwa selama tempo dua bulan BI menemukan adanya uang palsu yang beredar di Bengkulu.

“Dari Januari sampai Februari kita menemukan ada 50 lembar uang palsu di Bengkulu,” ujar Irwan, Jumat (6/3).

Selain merugikan masyarakat, praktik pemalsuan uang rupiah juga merendahkan kehormatan rupiah sebagai salah satu simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BI senantiasa melakukan upaya penanggulangan uang Rupiah palsu, baik dari sisi preventif melalui penguatan kualitas unsur pengaman, sosialisasi, dan edukasi mengenai ciri keaslian uang Rupiah.

“Untuk mencegah menjadi korban penerimaan uang rupiah palsu, masyarakat dihimbau untuk dapat mengenali ciri keaslian uang rupiah melalui metode 3D,” terangnya.

Selain itu untuk mendorong masyarakat untuk terhindar dari maraknya peredaran uang palsu,  BI untuk melakukan implementasi pembayaran melalui QR.

Transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

Pasalnya QRIS sangat memudahkan pelaku UMKM diantaranya mampu mengefisienkan transaksi, membuat pelaku UMKM tidak perlu mengembalikan uang kecil, menghilangkan potensi kerugian akibat pembayaran uang palsu, transaksi tercatat secara otomatis, dan aman karena uang akan masuk otomatis ke rekening.

“Karena banyaknya manfaat dari QRIS ini, makanya nanti pada Pekan QRIS Nasional 2020 semua UMKM di BenMall harus sudah melekat QRIS disana,” kata Irwan.

Ia mengaku, dengan mendorong pelaku UMKM memanfaatkan QRIS, maka akan menstimulus masyarakat untuk memanfaatkan. Sehingga jika masyarakat biasanya membayar menggunakan tunai, dengan QRIS mereka cukup menggunakan OVO, Gopay ataupun Link Aja di sebuah merchant.

“Ini tidak hanya menstimulus masyarakat menggunakan QRIS, tetapi banyak sektor seperti pedagang dan tukang parkir juga nanti akan memanfaatkannya. Karena tinggal scan code saja,” tutupnya. (CW1)