Besok, Ribuan Massa Demo

BENGKULU, BE – Besok, ribuan massa akan melakukan demontrasi menolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Ribuan orang tersebut terdiri dari beberapa elemen organisasi mahasiswa, pemuda dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Selain akan dilakukan mahasiswa, pemuda dan LSM, demontrasi juga akan diikuti sopir, buruh, petani, dan nelayan. “Kita pastikan tanggal 29 Maret (Kamis) akan turun melakukan aksi demontrasi menolak kenaikan harga BBM,” kata salah satu aktivis Mahasiswa, Sony Taurus, kemarin.Ia mengatakan sejauh ini konsolidasi mahasiswa dan pemuda serta LSM terus dilakukan untuk menggalang massa. Aksi demontrasi dilakukan serentak di seluruh Indonesia menentang kebijakan pemerintah SBY yang akan menaikkan BBM pada 1 April nanti. “Kenaikan harga BBM merupakan kebijakan menyengsarakan rakyat, sebab itu harus dibatalkan. Bila tetap dinaikkan kami meminta SBY-Boediono turun,” katanya.Sementara itu kemarin, dua aksi mahasiswa yaitu dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisipol Universitas Bengkulu yang menolak kenaikan bahan bakar minyak pada 1 April 2012 mulai melakukan pemanasan. Aksi tersebut terjadi di dua lokasi berbeda yakni di kantor DPRD Provinsi Bengkulu dan kawasan lampu merah simpang Hibrida Kota Bengkulu yang mendapat penjagaan dari aparat kepolisian.Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII menggelar aksi penolakan di simpang lampu merah Hibrida dengan menggelar doa bersama. “Kami menolak tegas kenaikan harga BBM oleh pemerintah karena akan menyengsarakan masyarakat menengah dan miskin,” kata Ketua PMII Provinsi Bengkulu M Iqbal di sela-sela aksi.Para mahasiswa juga menggelar orasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi kenaikan harga BBM dengan jernih dan menghindari aksi anarkis. Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan ulang rencana kenaikan harga BBM tersebut sebab pengalihan dana subsidi yakni bantuan langsung tunai terbukti selama ini tidak mampu mengurangi kemiskinan. Koordinator lapangan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Bengkulu Ferdi Dwiansyah mengatakan, kenaikan harga BBM akan membuat masyarakat semakin terpuruk. “Kaji kembali rencana itu karena pasti akan berdampak luas, yang sengsara adalah masyarakat,” katanya.

Para mahasiswa juga meminta aparat kepolisian mengusut kasus penimbunan BBM oleh para spekulan dan menertibkan pengecer yang menjual harga melampaui ketentuan. Dalam demontrasi itu, mahasiswa juga meminta komitmen DPRD Provinsi Bengkulu agar mengontrol dan mengawasi kebijakan pemerintah daerah. “DPRD Provinsi Bengkulu agar dapat menjadi solusi pemerintah dalam melaksanakan amanah sebagai pensejahteraan rakyat, dalam menghadapi kebijakan pemerintah pusat menaikan harga BBM,” katanya.
Aksi demontrasi yang dilakukan mahasiswa tersebut juga diwarnai dengan teatrikal yang menggambarkan betapa sulitnya rakyat memperboleh BBM, sedangkan pejabat menghambur-hamburkan BBM. Kemudian diakhiri MoU komitmen DPRD untuk mengawal kebijakan pemerintah. Hadir menemui mahasiswa tersebut antara lain Harry Alfian AK (Golkar), Sis Rahman (Gerindra), Muslihan (Hanura), Fatrolazi (PDIP), Haliardo (PKB). Mereka berjanji memenuhi tuntutan mahasiswa dan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke pusat. (100)