Kepatuhan Terhadap Prokes Rendah, Covid-19 di Bengkulu Utara Meledak


APRIZAL/BE
Pengambilan tes swab yang dilakukan oleh pihak Satgas Covid-19 Kabupaten BU.

ARGA MAKMUR, bengkuluekspress.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) meledak. Sebab tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkulu Utara (BU) mencatat, Sabtu (14/11) terdapat penambahan 17 kasus baru yang didominasi oleh tenaga kesehatan (nakes). Sehingga jumlah kasus Covid-19 berjumlah 73 kasus.
“Ada 17 kasus penambahan, mudah-mudahan kasus ini merupakan puncak di Kabupaten BU,” kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten BU, Ujang Ismail SKM MPH.

Ujang menambahkan, bahwa dari 17 penambahan ini di dominasi dari Nakes yang bekerja di rumah sakit maupun di pelayanan kesehatan lainnya yang terpapar dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya.

“Kasus nomor 58, 63 merupakan Nakes, serta kasus 65, 68, 70, 71, dan 72 merupakan staf rumah sakit di Arga Makmur. Sisanya masyarakat umum dan ada juga pelajar,” terangnya.Lebih lanjut, Ujang pun menyampaikan, bahwa untuk kasus sembuh belum ada penambahan masih 37 orang dan meninggal dunia tercatat ada 5 orang. Terkait dengan penambahan ini, dirinya pun mengimbau, kepada seluruh masyarakat agar terus menerapkan 3 M prtokol kesehatan serta untuk dapat mengindari kerumunan di tempat keramaian.

“Memang diakui jika kesadaran masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan masih terbilang rendah. Karena setiap penertiban yang dilakukan selalu menemukan masyarakat yang beraktifitas tanpa mengikuti protokol kesehatan. Maka dari kita harap masyarakat dapat lebih displin lagi, agar tidak ada lagi penambahan kasus positif seperti ini,” harapnya.

Untuk diketahui 17 pasien terkonfirmasi posistif Covid-19, yakni kasus 58 AN perempuan 37 tahun, merupakan Nakes, tidak ada keluhan. Kasus 59 MRA perumpuan 17 tahun pelajar riwayat kontak erat dengan kasu 53 tidak ada keluhan dan tengah melakukan isolasi mandiri. Kasus 60 FE laki-laki 32 tahun tidak ada riwayat kontak, tidak ada keluhan dan tengah isolasi mandiri. Kasus 61 NS 51 tahun ibu rumah tangga riwayat kontak erat dengan pasien 47 tidak ada keluhan dan tengah melakukan isolasi mandiri. Kasus 62 NC perempuan 31 tahun tidak ada riwayat kontak, tidak ada keluhan dan tengah isolasi mandiri. Kasus 63 EA perempuan 46 tahun, Nakes tidak ada riwayat kontak erat, tengah melakukan isolasi mandiri. Kasus 64 RAH 60 tahun ibu rumah tangga, mengalami batuk pilek dan tengah isolasi mandiri. Kasus 65 ADP peremouan 24 tahun, riwayat kontak erat dengan pasien 53 dan tengah isolasi mandiri. Kasus 66 RZ laki-laki 21 tahun riwayat kontak erat dengan kasus 48 dan tengah isolasi mandiri. Kasus 67 LS peremouan 37 tahun staf rumah sakit di kecamatan arga makmur riwayat kontak dengan ksus 53 dan tengah isolasi mandiri. Kasus 68 RH perempuan 35 tahun staf rumah sakit di Arga Makmur riwayat kontak dengan kasus 53 tengah isolasi mandiri. Kasus 69 LG laki-laki 38 tahun tidak ada riwayat kontak tengah isolasi mandiri. Kasus 70 CH perempuan 42 tahun staf Rumah sakit di Arga Makmur riwayat kontak erat kasus 53 tengah isolasi mandiri. Kasus 71 berinsial CS perempuan 35 tahun staf rumah sakit di Arga Makmur riwayat kontak erat kasus 53 tengah isolasi mandiri. Kasus 71, IRD perempuan 35 tahun riwayat kontak erat kasus 53 tengah isolasi mandiri. Kasus 73 DSS laki-laki 25 tahun riwauat kontak erat kasus 47 tengah isolasi mandiri.(127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*