BERMODALKAN KIS, PERCAYA DIRI MEMBAWA ANAK BEROBAT MELALUI IGD

 

Narasumber : Ayu Wandira

Curup, Jamkesnews – Din (39), seorang Ayah yang telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) selama lima tahun belakangan ini mengaku bersyukur serta berterima kasih akan kebaikan program ini.

“Alhamdulillah, saya, istri dan dua anak kami sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari tahun 2015. Saya ingat sekali, kami diberikan kartunya di akhir tahun 2015. Perangkat desa yang memberikannya mengatakan bahwa kami sekeluarga sudah didaftarkan pemerintah dan tidak perlu membayar iuran lagi,” ujar Din (10/12).

Din dan keluarganya merupakan peserta JKN-KIS dari segmen kepesertaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Sebelumnya memang sempat Kepala Desa mendata kami yang ada di Desa Topos, katanya akan didaftarkan untuk mendapat bantuan. Ternyata keluarga kami juga kebagian,” ujanya.

Din juga menceritakan alasan mengapa dia sampai berada di Klinik An-Nissa yakni dikarenakan putrinya Ayu Wandira (23) sempat mengalami lemah pada seluruh tubuhnya.

“Kemarin malam kami sekeluarga panik setengah mati. Ayu menangis dan bilang seluruh tubuhnya kaku dan tidak bisa digerakkan. Seperti mengalami kelumpuhan secara mendadak. Saya langsung bergegas melarikan Ayu ke Klinik An-Nissa. Awalnya mau langsung bawa Ayu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup, tapi karena jaraknya terlalu jauh saya pikir ada baiknya mendapat perawatan dulu sementara di sini. Sembari lihat perkembangan lanjutan. Alhamdulillah sudah lebih baik. Kami tidak berpikir panjang sewaktu datang ke sini yang penting ada KIS di tangan. Semuanya akan aman pikir saya. Alhamdulillah hanya bermodalkan KIS Ayu bisa langsung ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Ayu yang ditemui Tim Jamkesnews juga menceritakan pengalamannya yang dirasa amat menakutkan.

“Saya sudah pasrah sewaktu di bawa ke sini, saya tidak bisa apa-apa lagi. Tidak ada tenaga sama sekali untuk menggerakkan tubuh. Untung ayah langsung bawa saya ke IGD Klinik An-Nissa ini. Oleh dokter jaga malam, saya mendapat perawatan pertama. Sekarang sudah jauh lebih baik. Sudah bisa digerakkan seluruh tubuhnya, walau masih lemas sedikit. Dokter juga belum bisa diagnosa lebih, karena hasil pemeriksaan laboratoriumnya juga belum keluar. Doakan saya cepat sembuh,” ujarnya. (RW/ds)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*