Bermodal Rp 100 Ribu, Bisa Miliki Perusahaan

BEI
REWA/Bengkulu Ekspress
Kepala Pengembangan Wilayah Area I Bursa Efek Indonesia (BEI), Dedy Priadi dan jajaran serta Kepala OJK Provinsi Bengkulu dan Dosen Universitas Bengkulu berfoto bersama usai seminar pasar modal di Ruang Rapat Utama Universitas Bengkulu, Selasa (21/8).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Tidak hanya disibukkan dengan aktivitas kuliah di Kampus, Mahasiswa sekarang sudah bisa menjadi pemilik perusahaan hanya dengan menjadi investor di Pasar Modal. Cukup dengan modal Rp 100 ribu perusahaan sudah menjadi hak milik.



Kepala Pengembangan Wilayah Area I Bursa Efek Indonesia (BEI), Dedy Priadi mengatakan, dulu mahasiswa hanya bisa belajar seputar pasar modal di kelas. Itu pun hanya teori, bukan di tataran praktik. “Sekarang dengan adanya galeri investasi mahasiswa bisa menjadi investor saham dan secara resmi telah memiliki perusahaan dengan bermodal Rp100 ribu,” kata Dedy saat hadir menjadi pembicara seminar pasar modal di Ruang Rapat Utama Universitas Bengkulu, Selasa (21/8) lalu.

Ia mengajak mahasiswa untuk menjadi investor. Bukan hanya di perusahaan kecil, tetapi juga dapat berinvestasi di perusahaan besar yang terlisting di Bursa.

“Kalian mau jadi investor saham? Kalian mau jadi pemilik saham Telkom, mau? Jadi pemilik saham Indofood mau? BRI, Mandiri, banyak sekali perusahaan-perusahaan yang produknya kalian pakai,” tanya Dedy yang disambut meriah mahasiswa.

Mahasiswa jangan hanya menjadi pemakai produk ataupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut, tetapi juga harus jadi pemiliknya. Sehingga mampu meningkatkan pendapatan mahasiswa dan menularkan hal positif tersebut ke orang-orang sekitar seperti ayah, ibu, paman, adik, dan tetangga. “Itulah tugas kalian selain kalian juga belajar di sini, kalian juga harus menyebar ilmu ini ke orang sekitar agar semuanya menjadi investor,” harap Dedy yang disambut ucapan semangat para mahasiswa.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Dedy mengungkap alasan dilakukannya relaunching galeri investasi BEI di Universitas Bengkulu adalah agar mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah untuk dipraktikkan didunia nyata. Kemudian ilmu tersebut akan ditransfer ke masyarakat sekitar.

“Kami beranggapan bahwa mahasiswa harus menjadi agent of change perubahan masyarakat di sekitar kita dari masyarakat konsumtif menjadi masyarakat yang bisa berinvestasi. Jadi Mahasiswa akan menjadi ujung tombak dari pembinaan dan edukasi pasar modal di Bengkulu,” tutup Dedy.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Yan Syafri mengatakan, sampai dengan akhir Agustus ini, jumlah investor pasar modal di Provinsi Bengkulu tercatat sekitar 2.700 investor aktif dengan komposisi 30 persen dari kalangan mahasiswa dan 70 persen dari kalangan umum. “Kami berharap jumlah investor pasar modal di Bengkulu semakin meningkat dan dapat menekan maraknya investasi bodong di Bengkulu,” terang Yan.

Yan menambahkan, korban investasi bodong di Bengkulu cukup tinggi bahkan kalangan mahasiswa juga menjadi korbannya. Dengan adanya edukasi pasar modal diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat bahwa tidak ada investasi yang menawarkan keuntungan dengan cepat tetapi butuh proses yang cukup panjang. “Kita selalu ingatkan masyarakat waspada investasi bodong, salah satu investasi yang benar dan diawasi oleh OJK hanya di Pasar Modal, maka berinvestasilah dari sekarang,” tutupnya.(999)