Berlayar dengan Rakit

00036101FILM “Life of Pi” yang menceritakan laki-laki bertahan hidup di tengah samudera dengan sebuah rakit memang membuat banyak orang terpikat. Salah satu yang terinspirasi yaitu pria asal Ceko ini. Ia nekat berlayar dari Taiwan ke Jepang dengan rakit ala “Life of Pi”.
Martin Psota memutuskan membuat rakit dan berlayar ke Jepang setelah visa turisnya di Taiwan habis. Pasalnya, ia tidak memiliki uang lagi untuk beli tiket pesawat pergi dari Taiwan. Martin kemudian mulai berlayar dari tanjung Eluanbi pada akhir pekan lalu menuju Jepang.
Namun baru beberapa saat berlayar, Martin sudah kelelahan karena harus mempertahankan rakitnya yang mulai rusak. Seorang nelayan yang lewat akhirnya menelepon penjaga pantai Taiwan saat rakit itu terlihat sejauh 5,5 km dari garis pantai. Rakit buatan Martin tersebut berupa kayu dan styrofoam yang diikat.
“Bagaimana mungkin ada orang segila itu? Orang ini pergi ke laut dengan rakit kecil yang hanya terbuat dari kayu, pelampung dan styrofoam yang diikat,” ucap seorang petugas. “Saat kami menemukannya, rakit itu sudah hancur.”
Petugas patroli mengatakan Martin hanya memiliki uang setara Rp 1.000, paspor, makanan, air minum dan ponsel yang digunakannya untuk navigasi GPS ke Jepang. Ia mengaku menonton “Life of Pi” saat di Taiwan dan terinspirasi melakukannya dengan barang yang ditemukannya di pantai. Martin lalu dibawa ke bagian imigrasi untuk diperiksa dan kemudian dideportasi ke negaranya. (wk)