Berkah Pasca Badai

BADAI angin kencang yang terjadi 2 hari berturut-turut, Senin dan Selasa lalu di Seluma, tak selamanya merugikan. Pasca badai, berkah datang berduyun-duyun memberi rezeki bagi tukang parabola (antena televisi) di ibukota Kabupaten Seluma, Tais dan sekitarnya. Bagamaina berkah itu datang ?

HERWAN SALEH, Seluma

MEMANG umumnya masyarakat mengeluhkan terjadinya badai. Karena badai, sebuah acara pesta sunatan di Desa Tenangan porak-poranda, hingga nyaris menelan korban jiwa. Selain itu, sejumlah papan nama petunjuk jalan milik Pemkab Seluma di sepanjang jalan lintas, roboh. Bahkan arus listrik menjadi terganggu akibat di sejumlah titik ditimpa pohon yang roboh akibat badai. Sama seperti penyakit, kalau tak pernah ada orang yang sakit mungkin pabrik obat tak pernah laku dijual. Bahkan, kalau tak ada orang sakit, tak ada lokak bagi tabib hingga dokter. Demikian pula dengan badai yang terjadi di wilayah Seluma selama 2 hari. Badai mendatangkan order pelanggan bagi tukang-tukang pasang parabola dan servis elektonik. Akibat badai, antena parabola televisi yang dipakai oleh kebanyakan masyarakat Seluma menjadi bermasalah. Tak sedikit, antena milik warga posisinya menjadi bergeser akibat ditiup angin kencang. Sehingga harus dilakukan perbaikan posisi kembali oleh tukang elektronik yang ahli di bidangnya. Karena tak semua orang bisa memperbaiki posisi antena parabola.
Tukang parabola yang kebanjiran order pasca terjadi badai, benar-benar meraup berkah. Pelanggan-pelanggannya yang meminta diperbaiki posisi antena saling salip dalam memesan. Tak hanya saling minta didahulukan perbaikan, sebagian pun rela saling salip memberikan harga upah jasa perbaikan. Salah seorang tukang parabola, Sahjadi (41) warga Jalan Merdeka Raya Kelurahan Pasar Tais Kecamatan Seluma, mengakui perihal tersebut.
”Mungkin ya rezekinya tukang parabola kalau pasca-badai. Karena kalau ada orang sakit, itu rezekinya tabib atau dokter,” katanya. (**)