Beri Semangat, Gubernur dan Kapolda Bengkulu Bantu Tim Medis Semprot Disinfektan

Hendrik/ BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah membantu tim medis di posko wilayah perbatasan menyemprotkan cairan disinfektan pada kendaraan yang hendak masuk Bengkulu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Virus Covid-19 yang terus menjadi Pandemi membuat dokter, tenaga medis dan tenaga kesehatan harus bekerja ekstra, bahkan beresiko terpapar virus harus mereka jalani untuk menyelamatkan semua masyarakat Indonesia.

Melihat hal tersebut Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah Kapolda Irjen. Pol. Supratman, Danrem 041 Gamas Bengkulu Kolonel Inf. Dwi Wahyudi beserta FKPD turun langsung menemui para tenaga medis guna memberikan dukungan serta membantu melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan yang hendak masuk ke Bengkulu di wilayah perbatasan.

Hendrik / BE – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Supratman memberikan himbauan pada orang yang hendak masuk ke Provinsi Bengkulu untuk tidak langsung berkeluyuran dan harus mengisolasi mandiri teelebih dahulu selama 14 hari kedepan.

Guna menjawab keresahan masyarakat terkait akan kedatangan Bengkulu yang berasal dari luar kota. Rohidin, mengajak masyarakat agar resah, karena Pemprov bersama FKPD dalam satuan gugus tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu telah memperketat pintu masuk Bengkulu.

“Pencegahaan masuknya Covid-19 ke Bengkulu akan efektif apabila tahapan prosedur penanganan dipatuhi dengan baik. Itu akan terwujud jika semua elemen masyarakat untuk bersinergi bersama menangkal virus dari Wuhan Cina itu,” ungkap Rohidin saat meninjau posko di wilayah Kabupaten Kaur dengan provinsi Lampung, Minggu (29/3).

Dengan adanya pengamanan ini, sambung mantan wakil Bupati Bengkulu selatan itu dapat memperkecil penyebaran Covid-19. Asalkan semua elemen masyarakat dan kepala daerah dalam hal ini Bupati dan walikota selaras bersama untuk menjaga Provinsi Bengkulu tetap pada zona hijau yang terhindar dari corona.

“Jika ada datang dari luar daerah, orang Bengkulu harus diisolasi mandiri selama 14 hari dengan disiplin. Kemudian, ini juga harus kita sampaikan dengan desa, kelurahan hingga RT melakukan pemantauan itu kalau dipatuhi semua maka bisa aman” tegasnya.

Masih kata Rohidin, sementara di wilayah perbatasan wajib dilakukan penyemprotan disinfektan untuk kendaraan logistik maupun kendaraan operasional yang hendak masuk Bengkulu. Tak hanya itu, penumpang ataupun sopir harus dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pendataan identitas diri.

Hendrik/ BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah memantau proses pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan oleh tim medis di posko perbatasan.

“Dengan pola seperti ini, orang maupun material yang dibawa masuk ke Bengkulu dalam kondisi bersih, steril dan tentu memastikan manusianya sendiri dalam kondisi aman. Namun jika sudah ada gejala awal menunjukkan ke arah tidak sehat apalagi sudah mengarah covid-19 maka langsung yang bersangkutan tidak boleh masuk Bengkulu,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Supratman yang ikut membantu penyemprotan cairan disinfektan menegaskan, saat ini Bengkulu masih dalam zona hijau dari corona mari bersama menjaga dan mempertahankannya.

“Masyarakat yang baru tiba harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kemudian, saat ini masyarakat harus mengikuti anjuran pemerintah melakukan physical distancing dan tidak berkerumun atau mengumpulkan massa dalam jumlah banyak,” tutupnya. (HBN/adv)