Berharap Warga PMJB Hidup Rukun, Kompak dan Saling Tolong Menolong

Dr H Yanto SH MH
Dr H Yanto SH MH

Mengenal Dr H Yanto SH MH, Ketua PMJB yang Kini Jabat Ketua PN Jakpus

Ketua PMJB (Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu), Dr H Yanto SH MH dalam waktu dekat bakal mendapat tantangan lebih besar dalam jabatannnya. Dia mendapatkan jabatan baru sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Jakarta Pusat. Yanto juga bertanggung jawab menjadi Ketua Pengadilan Niaga, Tipikor, PHI dan Hak Asasi Manusia (HAM).

RIZKY SURYA, Kota Bengkulu

Bagi warga Bengkulu, khususnya kalangan penegak hukum dan wartawan yang aktif di era tahun 1995 hingga 2012, jarang sekali yang tidak kenal dengan Yanto. Lelaki yang pernah menjadi Ketua PN Manna (Bengkulu Selatan), humas di PN Bengkulu, kemudian menjadi hakim PN Tais Kabupaten Seluma ini, kini sudah sukses meniti karir.

Setelah 17 tahun berkarir di Provinsi Bengkulu, ia mengembangkan sayapnya menjadi Ketua PN Denpasar, dan kini diangkat menjadi Ketua PN Kelas IA Jakarta Pusat.

Jika tidak ada kendala, Yanto akan dilantik pada bulan Agustus mendatang. “Pelantikannya habis lebaran mas, kemungkinan bulan Agustus. Sekarang saya masih menyelesaikan perkara di PN Denpasar,” jelas Yanto saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, Jum’at (16/6).

Lebih lanjut Yanto mengatakan, tahapan menjadi hakim kemudian sampai dia menjabat Ketua PN Kelas IA Jakpus tidak mudah. Dia sudah berkarir menjadi wakil tuhan selama 25 tahun.

Tepatnya awal karir menjadi hakim tahun 1992 ketika lolos menjadi CPNS di PN Pekalongan. Lalu 17 tahun berkarir di Provinsi Bengkulu. Sehingga ia begitu akrab dengan masyarakat Jawa yang ada di Bengkulu, yang kemudian mendukungnya menjadi Ketua PMJB.

Sebelum ditunjuk menjadi Ketua PN Jakpus, Yanto mencoba peruntungan mengikuti fit dan proper test menjadi Ketua PN Kelas IA Khusus. Siapa yang ingin lulus harus lolos mengikuti fit dan proper test yang menurut Yanto cukup berat, apalagi peserta yang mengikuti tes mencapai 60 peserta seluruh Indonesia.

Itu menjadi tantangan bagi Yanto sekaligus penyemangat untuk membuktikan kepada orang lain jika dirinya bisa melalui tahapan fit dan proper test tersebut. Benar saja, dari hasil perjuangan dan kerja kerasnya Yanto lolos fit dan proper test. Dia mendapatkan rangking 1 dari 60 peserta.

“Sebelum mendapatkan jabatan ini, mengikuti dulu fit dan proper test. Dari tes itu, saya rangking 1,” imbuh Yanto.

Setelah mendapatkan hasil memuaskan dari fit dan proper test tersebut Yanto kemudian diberikan jabatan menjadi Ketua PN Denpasar pada tahun 2016. Satu tahun menjabat di PN Denpasar, Yanto mendapatkan jabatan baru menjadi ketua PN Kelas IA Khusus Jakarta Pusat.

Terkait jabatan dia sebagai ketua PMJB, Yanto meyakini tidak akan berpengaruh. PMJB adalah organisasi, dimana tidak mengharuskan turun. Tetapi terus memantau perkembangan, informasi dari setiap anggota organisasi. “Sama sekali tidak menganggu mas dengan jabatan saya sekarang ini, saya sudah lama kok berbaur di PMJB. Intinya saya berpesan, PMJB harus terus hidup rukun, kompak saling tolong menolong,” tutup pria kelahiran, Gunung Kidul 21 Januari 1960 tersebut.(***)