Berharap Dapat Bantuan Bedah Rumah

Beginilah keadaan rumah Asmiyati, seorang janda beranak dua warga Wesa Sumber Rejo Kecamatan Hulu Palik Kabupaten BU.

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Kondisi rumah Asmiyati (45) seorang janda memiliki dua orang anaknya dan Ibunya Maimanah (74) lansia warga Desa Sumber Rejo Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara (BU) cukup memprihatinkan.

Bagaimana tidak, mereka sudah bertahun-tahun tinggal di rumah layaknya pondok kebun yang beralaskan tanah tersebut. Padahal, rumah kecil tersebut lahannya sudah menjadi hak miliknya, namun belum tersentuh bantuan bedah rumah atau BSPS dari Dinas PRKP.

Kepada awak media, Asmiyati mengatakan, bahwa dirinya sudah tidak terlalu banyak berharap kepada pemerintah untuk melihat kondisi rumahnya. Karena ia pun sudah pesimis dengan sistem pemerintah yang katanya mengentaskan kemiskinan serta menjamin kelayakan rumah masyarakat miskin di Indonesia ini.

Faktanya, ia bersama dengan dua orang anak-anaknya sudah bertahun -tahun tinggal di rumah itu, tanpa ada sekalipun didata ataupun dilihat kondisi rumahnya oleh pihak pemerintah.”Kalau bantuan PKH saya dapat, namun kalau rumah lihat saja sendiri. Inilah tempat tinggal kami, sudah puluhan tahun tinggal disini,” katanya.

Ketika disinggung apakah lahan tersebut miliknya sendiri? Asmiyati pun menegaskan, bahwa lahan itu sudah menjadi miliknya. Karena, dirinya tinggal lahan itu, berbagi lahan dengan suadaranya yang lain yang berlainan rumah. Yang mana, kondisi rumah miliknya hanya bisa dibangun seperti ini, untuk membangun layaknya rumah yang selayaknya terkendala dana.

“Ya ini memang lahan saya sendiri. Meskipun ini tanah milik sendiri untuk keadaan rumah saya ya beginilah keadaannya. Jangankan mau buat atau merehap rumah selayaknya, untuk makan dan sekolah anak saja susah beruntung masih ada bantuan PKH yang kami terima, dan itu kami sangat berterima kasih sekali dengan pemerintah. Namun, untuk tempat tinggal, kami tidak berani bersuara, takutnya gara-gara kami bersuara dibilang serakah, malah nanti bantuan PKH dihapus,” terangnya.

Yang lebih memilukan lagi, kondisi ibunya yang sudah lanjut usia ikut tinggal di rumah tersebut. Saat ini, ia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya karena sudah sangat tua, dan hanya bisa menunggu perawatan dari anak-anaknya yang juga dalam kondisi yang memilukan.

“Ibu saya ini sudah tidak bisa apa-apa lagi, jangankan buat cari uang, berdiri saja susah. Tapi kami heran, kenapa tidak ada kepedulian pemerintah untuk lansia miskin seperti ibu saya. Kami bisa merawatnya, tapi dengan kondisi kami seperti ini harus dijalankan apa adanya. Kami berharap sekali pemerintah daerah untuk buka mata, dan kunjungi orang- orang seperti kami ini. Semoga saja, Pak Bupati dapat membantu ornag tua kami dan rumah kami agar dapat layak ditempati dua orang anak saya yang harus kedinginan ketika dimalam hari, dan harus basah ketika hujan turun,” tukasnya.(127)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*