Bereskan Kisruh Sepak Bola

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru saja memilih Roy Suryo menjadi Menpora yang baru. SBY pun langsung memberikan tiga tugas berat untuk politisi Partai Demokrat itu. Diantaranya adalah segera menyelesaikan karut-marut persepakbolaan tanah air.

“Ada tiga tugas penting sebagai Menpora,” kata SBY dalam jumpa persnya Jumat (11/1). Pertama, kata SBY adalah segera mengkonsolidasikan semua hal yang berkaitan dengan tugas-tugas kemenpora.

Terutama terkait dengan kasus-kasus korupsi yang sedang membelit kementerian tersebut. SBY meminta agar Roy bisa bisa segera menjalankan tugas dengan baik.

Kedua, Roy diminta untuk melanjutkan prestasi olah raga tanah air yang sudah dilakukan dengan baik oleh Andi Mallarangeng selaku Menpora sebelumnya.

SBY lantas menyinggung prestasi Indonesia yang bisa menyabet juara umum di Sea Games 2011. “Satu posisi yang tidak kita miliki sejak 1997 dan diraih lagi dengan gemilang. Saya minta prestasi tersebut bisa dipertahankan dalam Sea Games (2014),” tambah SBY.
Nah, sedangkan yang terakhir, Roy diminta untuk segera menyelesaikan masalah persepakbolaan di Indonesia. Terutama soal adanya dualisme PSSI dan KPSI.

SBY meminta pria yang sebelumnya dikenal sebagai pakar teknologi informasi itu itu bisa menjembatani kubu-kubu yang bersangkutan sehingga tidak ada lagi masalah yang memengaruhi terpuruknya prestasi sepak bola Indonesia.

Dengan tegas SBY meminta Roy segera berkonsultasi yang baik dengan FIFA. “Rakyat akan marah kalau prestasi kandas karena konflik akibat kubu-kubu tertentu. Ini adalah tugas yang tidak mudah dan sangat berat,” kata SBY.

Meski begitu SBY nampaknya yakin Roy bisa menyelesaikan tiga tugas yang diberikan. Apalagi sebelumnya SBY menyatakan Roy adalah orang yang layak menjabat sebagai menpora yang baru.

Sementara itu anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Demokrat Roy Suryo mengakui bahwa dirinya bukan orang yang paling kompeten untuk menjadi Menpora. “Saya sadar, saya menyadari betul saya bukan orang paling kompeten,” kata Roy ditemui di gedung parlemen, di Jakarta, Jumat (11/1).

Dijelaskan Roy, karena sadar dan mengerti akan kekurangannya, dirinya membutuhkan dukungan dan kritik dari semua pihak. “Saya butuh itu demi kejayaan Indonesia,” kata Roy.

Dia mengatakan, banyak permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi di dunia olahraga dan kepemudaan di Indonesia. Tidak hanya masalah dualisme PSSI dan ancaman sanksi FIFA, Roy juga menyatakan bahwa Indonesia harus bisa meningkatkan prestasi olahraga. Seperti memertahankan posisi juara umum pada SEA Games Myanmar. Bahkan dalam waktu dekat, akan menggelar Islamic Olimpic di Pekanbaru, Riau, persiapan ASEAN Games dan membenahi organisasi kepemudaan.

“Bahkan paling berat itu ancaman sanksi dari FIFA. Karenanya, saya sangat berterima kasih bila ada masukan-masukan dari semua pihak,” tambahnya.

Khusus kasus hukum yang melibatkan Kemenpora, Roy menegaskan, sudah jelas semuanya harus diselesaikan secara hukum. “Insyaallah KPK cepat menyelesaikannya,” pungkasnya.(jpnn)