Beredar Buku LKS SD Bermuatan Seks

BENGKULU, BE – Para orang tua dan wali murid sekolah dasar (SD) kelas V di Kota Bengkulu heboh. Pasalnya, salah satu buku lembar kerja siswa (LKS) mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan (Penjaskes) yang dikerjakan siswa bermuatan seks.

Buku dengan judul buku Cerdas Mandiri dan Kreatif (Cemara) yang diterbitkan Putra Nugraha, Surakarta Jawa Tengah itu dianggap belum pantas dikonsumsi siswa SD. Menariknya pula di sampul depan LKS itu ditulis jika LKS ini sesuai dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) character building.

Isi tentang seks tersebut terdapat di Bab V halaman 46 dengan judul materi Budaya Hidup Sehat. Bagian A menjelaskan tentang pengertian, fungsi dan letak alat reproduksi. Di halaman tersebut juga membahas bagian-bagian alat reproduksi laki-laki yakni terdiri dari penis, buah zakar (testis), saluran sperma (vas deferent) dan kantong mani. Sedangkan bagaian alat reproduksi wanita terdiri dari vagina, rahim (uterus), saluran telur, dan indung telur.

Kemudian pada halaman 47 menjelaskan secara detil tentang tatacara membersihkan alat reproduksi yang terdiri dari tata cara membersihkan secara umum, secara khusus pada wanita, dan secara khusus pada pria.

Tidak hanya itu, pada bagian B menjelaskan tentang pelecehan seksual berupa definisi, bentuk-bentuk pelecehan seksual dan cara menghindari pelecehan seksual. Lebih parahnya lagi soal tanya jawab pada halaman 50 hingga 53 yang mengungkapkan tentang seksual secara vulgar.

LKS yang disinyalir dapat memengaruhi pola pikir siswa SD ini ditemukan salah seorang wali murid SDN 18 Kota Bengkulu, Arna Mareta. Ia mengaku pertama kali mengetahui adanya buku tersebut berasal dari dari pengakuan salah seorang wali murid SDN 82.

“Beberapa waktu lalu buku yang berisi tak sedap ini ditemukan wali murid SDN 82. Bahkan ada wali murid yang ingin mengembalikan buku itu, tapi ditolak pihak sekolah,” sampainya.

Namun ia semakin yakin bahwa isi buku tersebut memang vulgar setelah melihat dari berita di salah satu stasiun televisi nasional yang menyebutkan telah beredar buku LKS yang berisi menyangkut masalah seksual.

“Setelah melihat berita itu saya langsung melihat buku untuk yang dimaksud untuk mengeceknya. Namun apa yang dialami wali murid SDN 82 dan berita itu benar adanya,” tutur Arna saat ditemui di kediamannya, di Kebun Beler kecamatan Ratu Agung, kemarin.
Ia mengatakan buku tersebut sangat tidak pantas untuk dibaca anak SD. Sebab dapat meningkatkan terjadinya penyimpangan seksual dan kriminalitas.

“Wajar saja moral anak bangsa ini semakin hancur. Untuk SD saja sudah disodori bacaan layaknya dikosumsi orang dewasa,” sesalnya.
Lebih ironis lagi, lanjutnya, pada bagian awal buku tersebut menyarankan agar tidak memberikan bacaan tidak baik kepada anak-anak. Namun keadaannya berbanding terbalik pada bab terakhir buku dengan tebal 64 halaman tersebut.

“Kami minta yakin buku ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Hanya saja belum diketahui karena terletak pada bab terakhir. Sedangkan pelajaran saat ini baru sampai pada bab 2,” ujarnya.

Ia pun berencana menyampaikan persoalan tersebut ke pihak sekolah, Senin (8/10) agar buku tersebut ditarik dari peredarannya. “Kami akan menyampaikan temuan ini ke Komite dan pihak sekolah. Kami tidak mau anak kami rusak akibat bacaan yang tidak benar seperti ini,” paparnya.

Sementara itu, ia juga berharap agar Pemerintah Kota Bengkulu, dalam hal ini Dinas Pendidikan tidak tinggal diam dengan persoalan tersebut. Ini sangat membahayakan perkembangan anak di bawah umur jika tetap dibiarkan.

Dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Drs Anwar Baudin mengaku belum mengtahui adanya LKS yang bermuatan seks tersebut.  “Kami belum tahu. Besok saja karena saya sedang mengikuti taziah orang meninggal,” ucapnya singkat.(400)