Berebut Sembako, Nyaris Bentrok

RIO-ANTRE SEMBAKO MURAH- (2)RATU SAMBAN, BE –  Hari ini merupakan hari terakhir digelarnya bazar  murah Ramadhan tahap pertama.  Selama dua hari dilaksanakan kemarin,  keberadaan bazar  Ramadhan sangat diminati masyarakat.   Puluhan hingga ratusan  warga, bahkan sejumlah pegawai negeri sipil, berebut Sembako di bazar  murah yang digelar oleh pemerintah kota di sejumlah titik.
Mereka berdesakan dan saling dorong supaya bisa mendapatkan barang yang diinginkannya lebih dahulu, karena stok terbatas sehingga warga takut kehabisan barang.   Akibatnya, bentrokan pun nyaris terjadi.
Kepala Dinas  Perindustrian dan Perdagangan kota Bengkulu, Drs H Tonny Elfian MSi melalui Kepala Bidang Perdagangan, Rahmansyah SH membenarkan aksi desak-desakan tersebut.  Bahkan di salah satu titik di kelurahan Sawah Lebar  Baru nyaris bentrok antar warga.    Mereka ini berebut   barang  karena saat itu stok habis, untungnya  kondisi itu langsung diamankan lurah dan RT setempat sehingga kejadian anarkis dapat dielakkan.
Dibeberkan Rahmansyah, antusias masyarakat untuk membeli Sembako di bazar  murah ini sangat tinggi, terlihat sebelum bazar dibuka  pada pukul 09.00 WIB, warga sebagian sudah menunggu  stand dibuka.
Ia sendiri sangat bersyukur, bazar tahun ini berlangsung dengan baik.   Sosialisasi  yang gencar dilakukan baik secara lisan maupun di media  mampu membuat masyarakat mau berkunjung dan membeli bazar murah ini.  “Bazar inikan untuk menekan harga di pasaran yang tinggi, wajar saja jika mereka ini berebut   dilayani,” katanya.
Diakui Rahmansyah,  pagelaran bazar murni dilakukan oleh tim, dan tidak melibatkan tim keamanan.   Karena memang tidak ada anggarannya.   “Untuk biaya subsidi saja yang saat ini besar sudah  bersyukur,” tukasnya.
Pun begitu, masyarakat diminta tetap kooperatif dan tidak menimbulkan anarkis. Sehingga tujuan awal  bisa bermanfaat dan bisa membantu masyarakat yang kurang mampu.  Pantauan BE di lapangan, tempo satu setengah jam, bazar Sembako ludes terjual. Tak hanya warga  yang bolak balik  mendatangi stand, sejumlah PNS ikut berjubel memborong Sembako.
Keterangan panitia,  setiap harinya bazar  mampu menjual  1 ton terigu,  200 kg gula pasir, 1 ton beras, minyak goreng, susu, dan lain-lain. Warga berulang-ulang membeli  barang yang sama,  karena memang tidak ada pembatasan pembelian.  (247)