Berebut Lapak, Pedagang Belago

kekerasan_dalam_rumah_tangga

KAUR SELATAN, BE – Gara-gara saling berebut lapak jualan, dua pedagang mercon dadakan di sekitar lapangan Merdeka Kota Bintuhan, terlibat adu jotos. Keduanya adalah Hendry (30), warga Padang Genteng dan Julianto Agus (28), warga Desa Jembatan Dua Kecamatan Kaur Selatan. Aksi keduanya berakhir dengan saling laporan ke polisi, Minggu (5/6) kemarin.

“Saya itu berjualan mercon, tiba-tiba dia itu (Hendry) langsung memindahkan dagangan saya dan langsung memukul saya,” ujar Julianto saat membuat laporan ke Mapolres Kaur, kemarin.

Peristiwa perkelahian ini terjadi Minggu (5/6) sekitar pukul 09.00 WIB di sekitar Lapangan Merdeka atau tepatnya di kiri jalan depan ATM Bank Bengkulu. Kejadian itu bermula dari keduanya sama-sama menjual mercon dadakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan ini. Pada saat itu, Julianto bersama adiknya lebih awal menempati lapak jualan tersebut, dan tiba-tiba datang Hendry untuk berjualan mercon juga dan meminta kepada Julianto sekalu pelapor untuk memindahkan barang dagangan tersebut, karena memang terlapor sudah lama menempati lapak tersebut.

Namun tiba-tiba saja terlapor marah-marah dan terjadilah adu mulut dan menyebabkan keduanya adu jotos, dan akhirnya keduanya dipisahkan oleh warga yang sedang berjualan di pinggir lapangan. Akibat kejadian itu menyebabkan keduanya mengalami memar di bagian muka. Namun mendengar pelapor Julianto melapor ke Pores, akhirnya terlapor Hendry juga ikut melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Kaur.

“Saya melapor ini, karena dia juga melapor. Sebab di sini bukan saya yang memukul dia (Julianto) duluan, tapi dia itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kaur AKP Johan Andika SE SIK membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan kedua pelapor tersebut. Namun saat ini keduanya sudah berujung pada perdamaian. Dimana perdamaian antara kedua belah pihak difasilitasi perangkat setempat. Bahkan keduanya sudah menyerahkan surat pernyataan perdamaian yang diketahui oleh kepala desa (Kades) setempat.

“Permasalahan perkelahian berbut lapak kedua pedagang itu sudah kita damainkan, mereka juga telah membuat surat perjanjian dan tidak lagi menuntut satu sama lain,” jelasnya.(618)