Berantas DBD, Dinkes Gencarkan Fogging


Foto : Plt. Kepala Dinkes Bengkulu tengah, Edi Hermansyah SSi MSc PhD

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Banyaknya warga yang terkena serangan nyamuk DBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) gencar melakukan fogging. “Walaupun dengan keterbatasan anggaran, Dinkes Benteng selalu pro aktif melakukan fogging. Tentunya bekerjasama dengan Kepala Desa (Kades) dan masyarakat setempat,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkulu tengah, Edi Hermansyah SSi MSc PhD kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (31/3).

Untuk memaksimalkan pelayanan, Dinkes telah menyiapkan sarana dan prasana pendukung. Seperti peralatan fogging dan petugas yang berasal dari Dinkes Bengkulu tengah serta seluruh Puskesmas. “Ke depan, Dinkes akan lebih baik lagi dalam perencaan dan penganggaran dana kegiatan yang berdampak langsung dengan masyarakat. Termasuk diantaranya anggaran untuk kegiatan fogging,” jelas pria yang juga menjabat Plt Sekda Bengkulu tengah ini.



Ia mengaku telah mendapat laporan dari berbagai kalangan mengenai serangan nyamuk penyebab DBD yang semakin meluas. Menindaklanjuti informasi itu, ia sudah menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas untuk mengambil tindakan secara cepat dan akurat. Diantaranya, Puskesmas Karang Nanding sudah melakukan fogging di 2 lokasi (desa,red), Puskesmas Arga Indah 2 di 2 lokasi, Puskesmas Tanjung Dalam di 1 lokasi dan Puskesmas Ujung Karang di 1 lokasi. Bahkan, fogging juga akan dilakukan oleh tim medis Puskesmas Sukarami, Senin (1/4) hari ini.

“Alhamdulillah, semua laporan masyarakat sudah direspon baik oleh tim medis dari 20 Puskesmas se-Kabupaten Bengkulu tengah. Jika menemukan ada warga yang positif terkena DBD, tim medis langsung mengambil tindakan dengan melakukan fogging. Tujuannya, untuk memberantas nyamuk penyebab DBD agar tidak menyerang warga lainnya,” papar Edi.

Selain melakukan tindakan, tim medis juga tak bosan mengimbau kepada masyarakat untuk sadar menjaga kebersihan. Seperti menguras bak mandi, mengubur barang bekas serta menutup tempat penampungan air. “Dengan menjaga kebersihan, perkembang-biakan nyamuk penyebab DBD bisa dibasmi. Dengan harapan, angka penderita DBD bisa mengalami penurunan,” pinta Edi.

Dilansir sebelumnya, Direktur RSUD Kabupaten Bengkulu tengah, dr Listikarini Hilen Widyastuti mengatakan, tim medis RSUD Kabupaten Bengkulu tengah sudah melakukan perawatan terhadap puluhan warga yang terkena DBD. Dari pendataan pada bulan Januari dan Februari 2019, ada 37 orang pasien yang dirawat karena terkena DBD. “Pada bulan Maret juga ada pasien yang dirawat karena positif DBD,” ungkapnya.(135)