Beraksi Lagi, Jambret Tertangkap

LEBONG SELATAN,BE – Aksi penjambretan kembali terjadi di Kabupaten Lebong, Minggu (22/1) sekira pukul 15.00 WIB. Kali ini korbannya Yeti Erianti (33), ibu rumah tangga yang juga seorang petani warga Desa Kota Donok, Kecamatan Lebong Selatan. Dari data terhimpun, peristiwa itu terjadi saat korban bersama anaknya Yuli (15), dari Muara Aman bermaksud pulang ke Desa Kota Donok. Setibanya di Desa Payambik, dua orang pelaku ikut menaiki angkutan yang ditumpangi korban.

Setelah tiba di Desa Talang Kerinci, Kecamatan Bingin Kuning, kedua pelaku meminta berhenti dan akan turun di desa tersebut. Namun saat pelaku hendak turun, pelaku langsung menyambar kalung yang dipakai korban seberat 11 gram. Melihat kalungnya dijambret, korban langsung berteriak hingga warga sekitar yang mendengar teriakannya langsung mengejar kedua pelaku hingga satu orang pelaku berhasil ditangkap massa dan satu pelaku lagi berhasil lolos dan saat ini masih dalam pengejaran petugas kepolisian. Kapolres Lebong AKBP Drs Supriadi didampingi Kapolsek Lebong Selatan Iptu Januri Sutirto melalui Paur Humas Polres Lebong Ipda Supar Sakru membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini satu orang pelaku bernama Rio Chandra (22), warga Desa Ujung Tanjung 1, Kecamatan Lebong Sakti, sudah diamankan. Ia tertangkap oleh massa saat mencoba melarikan diri dan setelah tertangkap pelaku dibawa ke rumah Kades hingga selanjutnya dijemput petugas dari Polsek Lebong Selatan. Namun satu pelaku lagi yakni PR (22), juga warga Desa Ujung Tanjung 1, berhasil lolos dari kejaran massa dan hingga saat ini masih dalam pengejaran petugas,” jelas Supar. Selain itu, lanjut Paur Humas Polres Lebong, bahwa saat ini pihaknya menghimbau kepada mastarakat Lebong untuk tetap waspada dan berhati-hati serta tidak menggunakan aksesoris yang mewah, sebab hal tersebut dapat mengundang tindak kejahatan. “Saat ini kasus sedang ditangani Polsek Lebong Selatan. Kemudian kita menghimbau kepada seluruh masyarakat lebong untuk lebih waspada terhadap orang tak dikenal dan jangan menggunakan aksesoris yang dapat mengundang kejahatan,” pungkas Supar. (777)