Bentuk Tim Kontrol Renovasi Wisata Alam Sekunyit

PANTAU: Wabup dan FKPD saat memantau WAS, Selasa (5/1).

PINO RAYA, bengkuluekspress.com – Adanya protes dari warga Bengkulu Selatan (BS) terkait keberadaan patung yang menyerupai firaun, mata dajjal bahkan ada patung cewek seksi langsung disikapi Pemda BS. Selasa (5/1) Wakil Bupati BS, H Rifai Tajuddin SSos bersama Sekda BS, Yudi Satria SE MM juga bersama forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) turun ke lapangan. Mereka mengecek langsung keberadaan patung-patung tersebut di lokasi obyek Wisata Alam Sekunyit (WAS).  Dalam kesempatan tersebut, Wabup BS, H Rifai Tajuddin meminta pihak pengelola benar-benar merenovasi patung-patung tersebut.

“Kita minta pihak pengelola segera merenovasinya agar tidak lagi meresahkan warga,” katanya.

Untuk memastikan agar renovasi patung – patung tersebut, Wabup mengaku akan membentuk tim. Tim tersebut akan dipimpin oleh dinas pariwisata BS. Dalam tim tersebut, juga akan melibatkan unsur-unsur terkait untuk menentukan titik renovasi, pada Bangunan dan Gambar yang meresahkan masyarakat pada saat ini.

“Pihak pengelola dalam merenovasi patung diharapkan selalu berkoordinasi dengan tim, agar setelah direnovasi tidak lagi meresahkan warga,” harap Wabup.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak BS, Sepri Yunarman MSi sangat menyayangkan adanya pembuatan patung-patung seksi di tempat umum. Sebab sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, setiap orang dilarang memperlihatkan yang berbau porno di tempat umum. Selain itu wajib melindungi anak-anak dari informasi forno atau menghindarkan anak-anak dari mengakses informasi yang negatif.

“Kami harap pihak terkait dapat menindaklanjuti keresahan warga dan juga melindungi anak-anak dari yang berbau forno,” harapnya.

Sementara itu, pemilik usaha wisata alam sekunyit, Ahua mengaku siap merenovasi patung-patung tersebut. Dirinya juga siap berkoordinasi dengan tim yang dibentuk Pemda BS agar nantinya tidak lagi meresahkan warga.

“Saat ini obyek WAS kami tutup sementara, kami akan renovasi bagian yang meresahkan, dan meminta petunjuk agar ke depan tidak ada lagi yang meresahkan warga, ” ujar Ahua. (369)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*