Bentengi Diri dengan Alquran

Ary, pawai Taaruf (1)
Ary, pawai Taaruf (1)

ARY/Bengkulu Ekspress
Bupati Rejang Lebong saat memukul bedug tanda dibukanya MTQ dan Festival Seni Budaya Bernuansa Islam tingkat Kabupaten Rejang Lebong Selasa (11/9) kemarin.

Pawai Taaruf dalam rangka menyambut tahun baru Islam yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong Selasa (11/9) pagi.

CURUP, Bbengkulu Ekspress – Guna menghadapi sejumlah fenomena yang berkembang, seperti, adu domba, hasut, hujat menghujat khususnya di media sosial, Bupati Rejang Lebong meminta masyarakat Rejang Lebong untuk membentengi diri dengan Alquran. “Saat ini kita ketahui bersama, masih banyak orang yang suka mencela, mudah mengumpat dan murah merendahkan orang lain dan masih banyak lagi khususnya di media sosial,” sampai Bupati Rejang Lebong, DR H A Hijazi SH MSi saat membuka MTQ tingkat Kabupaten Rejang Lebong ke-45 dan Festival Budaya Bernuansa Islam dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah di Lapangan Dwi Tunggal Curup Selasa (11/9) kemarin.

Menurut bupati, salah satu upaya untuk membengtengi diri dan keluarga dari sejumlah ujaran kebencian dan lainnya di media sosial tersebut yaitu dengan mempelajari dan mendalami Alquran serta mengamalkan dalam kehidupan. Sementara itu, terkait dengan kegiatan yang akan berlangsung hingga tanggal 15 September mendatang ini, menurut bupati merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Dimana kegiatan tersebut untuk menjaring para qori dan qoriah yang selanjutnya akan mewakili Rejang Lebong ke Provinsi Bengkulu.

“Dalam kegiatan ini kita ingin mencari qori dan qoriah untuk mewaliki Rejang Lebong ke tingkat Provinsi Bengkulu,” jelas bupati.

Kemudian menurut bupati, tujuan lagi dari dilaksanakakannya MTQ dan festival budaya bernuansa islam yang dilaksankan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tersebut adalah untuk membina ukhuwah islamiyah dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan syiar islam di Kabupaten Rejang Lebong. Kemudian itu, menurut bupati, tujuan dan makna MTQ bukan semata-mata untuk prestasi namun lebih utama adalah syiar dan dakwah tentang bagaimana membumikan Alquran. Masyarakat Rejang Lebong harus menjadikan Alquran sebagai nafas, sebagai peganagan hidup yang hakiki.

“Selain itu, momentum pelaksana MTQ pada tahun hendaknya bisa kita jadikan sebagai salah satu tonggak dalam rangka membina qori dan qoriah untuk lebih menuju kemandirian,” terang bupati.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga mengajak seluruh umat islam yang ada di Kabupaten Rejang Lebong untuk selalu menghidupkan perasaan cinta kepada nilai-nilai dan hikmah yang terkandung dalam Alquran. “Saya harap agar hakikat, makna dan tujuan MTQ kita pegang teguh sehingga Alquran benar-benar kita resapi, benar-benar kita hayati, benar-benar kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian bupati.

Dalam kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Rejang Lebong ke-45 dan Festival Budaya Bernuansa Islam sejumlah perlombaan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, beberapa perlombaan tersebut seperti untuk MTQ yaitu cabang tilawatir quran,hifzhil quran, fahmil quran dan masih banyak lagi. Kemudian untuk festival seni budaya bernuansa islam seperti lomba Syarafal Anam, Hadra, Pildacil Qasidah, Nasyid dan Azan

Peringatan tahun baru Islam di Kabupaten Rejang Lebong diawali dengan kegiatan zikir akbar yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong di Masjid Agung Baitul Makmur Kota Curup pada Senin (10/9) kemarin. Kemudian sebelum kegiatan pembukaan Selasa pagi dilaksanakan pawai taaruf yang diikuti oleh ribuan masyarakat Rejang Lebong dan kendaraan dinas dari dinas instansi yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Pembukaan MTQ dan Festival Budaya Islam kemarin ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Rejang Lebong disaksikan oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, H Iqbal Bastari SPd MM, Ketua DPRD Rejang Lebong M Ali serta sejumlah pejabat FKPD Rejang Lebong. Selain itu dalam kesempatan tersebut, pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga menggelar tablikh akbar dengan menghadirkan Ustadz Solihin Hasibuan dari Palembang. (251)