Bengkulu Tidak Bisa Berdiam Diri, Tragedi Yuyun Kejahatan Luar Biasa

#NyalaUntukYuyun

bengkuluekspress.com – Sikap solidaritas dan penolakan terhadap kasus pemerkosaan berakhir pembunuhan terhadap siswi SMP di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Yuyun (14) ramai disuarakan oleh sejumlah aktivis nasional. Bahkan sehari yang lalu hastag #NyalaUntukYuyun menjadi trendi topic Indonesia di media sosial twitter.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Merysah meminta masyarakat Provinsi Bengkulu dan stake holder untuk tidak berdiam diri. Sudah banyak kecaman dari berbagai pihak terhadap tindak kejahatan yang dilakukan oleh 14 pemuda asal Kecamatan Padang Ulak Tanding tersebut. Hukuman berat pun sudah menanti mereka.

“Bengkulu tidak bisa berdiam diri. Ini merupakan kejahatan yang luar biasa. Maka juga harus kita sikapi dengan sikap yang luar biasa. Jangan sampai kita seolah – olah mendiamkan masalah ini,” ujar Rohidin usai menggelar hearing bersama mahasiswa Univeristas Bengkulu terkait masalah kejahatan di wilayah Lembak, Selasa (03/05/2016).

Oleh karena itu, Pemerintah punya andil penting untuk merubah perilaku masyarakat yang cenderung melakukan tindak kejahatan . Program jangka panjang, kata Rohidin, harus dilakukan secara struktur dalam rangka merubah perilaku masyarakat tersebut.

“Harus ada penggiat dan pemerhati yang secara kelembagaan bekerja dalam jangka panjang dan terstruktur membangun kultur masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kedepan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan organisasi -organisasi kewanitaan, pemerhati sosial, perguruan tinggi guna membuat pergeseran paradigma tersebut. (Dil)