Bengkulu Prioritas Siaga Bencana

CURUP, BE – Wilayah provinsi Bengkulu dinilai rawan terjadi bencana alam. Hal itu diungkapkan pengurus PMI pusat Muhammad Muas, SH saat menghadiri lounching sekolah siaga bencana nasional SDN 06 Selupu Rejang di Desa Sumber Urib kemarin. “Karenanya, di Indonesia hanya Bengkulu dan Jawa Tengah ke depannya akan diprioritaskan paling lengkap peralatan siaga bencana yang dibantu oleh PMI pusat,” terangnya. Dijelaskan Muas, Indonesia memiliki 17 provinsi dijadikan posko siaga bencana yang dinilai rawan. Sementara itu, 76 sekolah mulai dari SD sampai SMA di Provinsi Bengkulu sudah dilakukan simulasi dan kegiatan siaga bencana tingkat sekolah, sedangkan SDN 06 Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, menjadi satu-satunya Sekolah Siaga Bencana Nasional di Provinsi Bengkulu. Bahkan di Indonesia, “Sekolah Bencana Nasional ini hanya ada di Provinsi Bengkulu dan Jawa Tengah,” terangnya. Dikatakan Muas, tujuan dari Desa Siaga Bencana dan Sekolah Siaga Bencana ini adalah untuk mendidik kesiap siagaan bencana mulai sejak dini, kemudian mendidik masyarakat dan seluruh guru. Semua sekolah yang masuk seleksi Siaga Bencana Nasional, seluruhnya baik dan bagus. Tetapi yang terbaik ada di RL ini, yaitu SDN 06 Desa Sumber Urip dimana salah satu kriteria dekat dengan lokasi bencana, yakni gunung kaba yang aktif. “Kalau murid dan tetangga serta para guru mengerti tentang bencana. Tentu, ke depannya, bisa meminimalisir terjadi bencana, jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” terang Muas. Sementara itu, lounching sekolah siaga bencana nasional juga dihadiri jajaran PMI provinsi dan kabupaten, diantaranya Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Alwie SH, Kepala German Red Cross (GRC) untuk Bengkulu, Sekprov Bengkulu, Asnawi A Lamat, Wabup RL Drs Slamet Diono, Ketua TP PKK RL, Hj Susilawati SE MM, Wakil Ketua TP PKK RL, R Umani Slamet Diono, Ketua Dharma Wanita Persatuan RL, Wahrawati Sudirman, kepala dinas/instansi, Camat Selupu Rejang, Son Karnain SSos. Sekda Provinsi Bengkulu, Asnawi A Lamat, dalam sautannya mengatakan, sudah beberapa tahun Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan GRC. Karena itu, ia berharap untuk ke depannya, kerja sama bisa terus terjalin dengan baik. Dan berterima kasih, telah menjadikan Provinsi Bengkulu, di mana salah satu desa dan sekolah menjadi Sekolah Siaga Bencana Nasional. “Kami berharap, sekolah dan desa siaga bencana ini bisa benar-benar menerapkan keahlian yang dimilikinya, baik di sekolah maupun di masyarakat,” terang Asnawi. Diungkapkan Asnawi, pemerintah provinsi akan memikirkan, agar ada dana APBD yang dialokasikan untuk mendukung kegiatan PMI dalam penanganan bencana. “Kalau boleh jujur, Ketua umum PMI, Yusuf Kala bahkan menawarkan helikopter untuk provinsi Bengkulu dari pemerintah. Hanya saja kita harus memikirkan bagaimana pemeliharaan, lokasi parkir, bahan bakar dan perawatan lainnya,” terang Asnawi, Di sisi lain, Wabup RL, Drs Slamet Diono, mewakili Bupati RL H Suherman SE MM, mengatakan, bahwa RL patut berbangga dengan dipilihnya sekolah dan desa di Kabupaten RL ini sebagai sekolah dan desa siaga bencana percontohan nasional. “Kita tidak berharap ada bencana, namun kesiapan sekolah dan berbagai persiapan pendukung bencana lainnya harus siap, sehingga SDN 06 benar-benar layak menjadi contoh sekolah siaga nasional,” harap Wabup. (999)