Bengkulu, Perlu Ekosistem UKM Berbasis Ekspor

eksport
Foto ; IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi Bengkulu perlu menggandeng pihak swasta untuk membangun ekosistem akselerasi ekspor melalui penguatan akses pasar usaha kecil menengah (UKM) berorientasi ekspor. Hal ini dilakukan agar kegiatan ekspor di Bengkulu bisa semakin meningkat.

Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Dr Kamaludin mengungkapkan, UKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi Bengkulu di masa depan dengan menguatnya pasar UKM Indonesia di dalam negeri maupun di kancah global. Hanya saja hingga saat ini banyak produk UKM yang dihasilkan meskipun telah memiliki kualitas dan desain yang prima, namun, masih menemukan tantangan. Beberapa tantangan tersebut diantaranya mencari pasar ekspor atau pembeli di pasar global.

“Dengan Pemerintah menggandeng pihak swasta untuk mendampingi pelaku UKM secara langsung dan menjawab berbagai tantangan tersebut,” ujar Kamaludin, kemarin (10/3).

Ia menambahkan, kunci utama mendorong UKM untuk meningkatkan akses pasar di era perdagangan saat ini adalah efektivitas komunikasi dan menyampaikan pesan produk barang dan jasa yang akan dijual. Selain itu, kecepatan dan ketepatan waktu dalam proses pengiriman, serta tersedianya asuransi perdagangan.



“Pihak swasta yang bisa digandeng diantaranya perusahaan marketplace berbasis daring seperti tokopedia atau Bukalapak,” tuturnya.

Untuk itu, kerja sama penguatan UKM akan berfokus pada emat pilar program percepatan transaksi pemasaran global melalui media nonkonvensional, yaitu pendampingan pengenalan pasar global, pendampingan operasional pemasaran digital untuk mempercepat terjadinya transaksi dalam platform niaga, pendampingan dalam menjalankan proses ekspor, dan pembaruan informasi regulasi ekspor. “Kalau ada program seperti itu maka ekspor UKM ke pasar tradisional maupun nontradisional akan lebih kondusif. Penguatan UKM di Bengkulu juga dapat meningkatkan daya saing produk UKM di pasar global,” tutur Kamaludin.

Selain itu, program seperti ini juga diharapkan mampu meningkatkan aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi, serta pengetahuan dan keterampilan pengembangan industri. Pada seminar tersebut, pelaku-pelaku UKM yang telah mampu melakukan ekspor juga membagikan pengalaman ekspornya kepada perusahaan-perusahaan rintisan.  “UKM harus memanfaatkan informasi yang ada sehingga mampu mengembangkan bisnis melalui laman komersial nonkonvensional. Selanjutnya, melalui program pendampingan fasilitasi ekspor yang holistik tersebut, UKM juga dapat mengubah pola pikir menjadi lebih proaktif menjemput pembeli,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Bengkulu, Erwin Noviansyah mengaku, memang perlu dilakukan beberapa upaya untuk mendorong peningkatan ekspor di daerah. Tanpa ada program ataupun rencana strategis maka kegiatan ekspor di Bengkulu juga tidak akan dapat berjalan dengan maksimal. “Kita akui memang untuk menciptakan kegiatan ekspor yang tinggi perlu menggandeng banyak pihak, kalau bekerja sendiri maka tidak akan berhasil dengan baik,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*