Bengkulu Masih Kekurangan Peralatan Medis Khusus untuk Pasien Covid-19

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni meminta peralatan-peralatan untuk pendukung Covid-19 harus ditambah, termasuk rontgen portable itu harus khusus tidak boleh gabung dengan pasien umum.

“Ketika orang terkena Covid-19 maka dia harus masuk ruang isolasi sehingga tidak boleh digabung dengan pasien lain, sehingga untuk rontgen dia harus terpisah di ruang isolasi maka perlu adanya rontgen portable,” ujar Herwan Antoni, Senin (6/4).

Kemudian ditambahkan Kadinkes, alat medis selanjutnya yang juga perlu ditambah adalah water treatment untuk pasien gagal ginjal juga harus portable karena nanti tidak bisa bergabung dengan pasien umum.

“Ketika nanti ada pasien positif Covid-19 dan juga mengalami gagal ginjal maka dua-duanya harus ditangani, maka perlu sekali alatnya biar bisa dilakukan pada ruang isolasi,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memetakan ketersedian sarana dan prasarana mperalatan kesehatan guna mengantisipasi terjadinya sesuatu yang lebih besar.

“Kalu terjadi kasus yang besar, jadi rumah sakit kita nanti yang menangani pasien PDP bahkan pasien positif Covid-19 lebih banyak sehingga mereka harus mempersiapkan jumlah tempat tidur, sumberdaya manusia, termasuk peralatan-peralatan medisnya,” kata Herwan.

Sementara itu, Kadinkes mangaku bahwa saat ini di tiap rumah sakit hanya memiliki 2 ventilator dan itu bukan untuk pasien Covid-19. Ventilator sendiri untuk menolong pasien kritis Covid-19 memiliki alat seperti selang yang dimasukkan ke saluran pernapasan antara trakea menuju paru-paru.

“Kita juga sangat membutuhkan misalnya ventilator. ventilator ini kita sangat terbatas. masing-masing rumah sakit hanya ada dua ventilator,” ungkapnya. (CW1)