Bengkulu – Linggau Hanya Butuh 1 Jam

TolJika Jalan Tol Selesai Dibangun

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berupaya untuk merealisasikan pembangunan jalan tol Pulau Baai Bengkulu menuju Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Pasalnya, jalan tol didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) sebesar Rp 6 triliun tersebut akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat Bengkulu dan Lubuk Linggau. Sebab, Bengkulu – Lubuk Linggau hanya membutuhkan waktu 1 jam, sementara biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 jam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu, Oktaviano ST MSi mengatakan, pendeknya jarak tempuh itu lantaran jalan tol nanti akan dibangun lurus.

Sementara posisi jalan juga lebih lebar dan tentunya tanpa hambatan yang bisa dipacu dengan kecepatan minimal 80 kilomter perjam.

“Paling lama itu kita perkirakan cuma 1,5 jam dan paling cepat satu jam sudah sampai Lubuk Linggau karena akses jalannya lebih lancar,” terang Okta kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (25/10).

Dijelaskannya, proses pembangunan jalan tol ini dilakukan secara bertahap. Karena memang program jalan ton ini sudah masuk dalam program pembangunan strategis nasional (PSN) di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Untuk itu, dalam perencanannya harus dilakukan secara matang, baik oleh Pemprov Bengkulu maupun dari pemerintah pusat sebagai pelaksana pembangunan proyek jalan tol tersebut.

“Secara bertahap, namun kita kejar cepat. Biar progresnya juga bisa cepat untuk bisa dibangun,” ungkapnya.

Untuk tahap awal ini, penentuan titik lokasi pembangunan jalan tol sedang dimatangkan. Sebab, untuk penentuan titik pembanguan jalan tol yang akan melewati Lubuk Linggau-Curup-Kepahing-Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu menuju Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu itu sudah diambil alih oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

Meski demikian, Okta menegaskan jika dalam waktu dekat titik pembangunan jalan tersebut belum juga terealisasi, maka Pemprov Bengkulu akan mengambil alih.

“Penentuan rute dari Kementerian. Jadi, kita akan koordinasikan kerena memang kita sedikit terlambat dari Palembang yang sudah masuk tahap pembebasan lahan,” tambah Okta.

Ditargetkan pada November ini penentuan titik atau rute selesai dilakukan. Baru tahap izin penggunaan kawasan hutan lindung, rekomendasi analisa dampak lingkungan (amdal) dan pembebasan lahan diselesaikan pada awal tahun 2018 mendatang. Sehingga pada pertengahaan tahun 2018, pembangunan sudah bisa dilakukan.

“Target kita 2018 program fisik sudah mulai berjalan,” tegasnya.

Untuk pembangunannya sendiri tidak bisa dilakukan dengan cepat, bisa memakan waktu beberapa tahun. Jika memungkinkan, sebelum tahun 2020 jalan tol sepanjang 140 kilometer tersebut sudah bisa dioperasikan. Sehingga mampu menyambut event besar Bengkulu, Wonderfull 2020.

“Kalau memang bisa dipercepat, kenapa harus lambat. Mudah-mudahaan sebelum tahun 2020 sudah bisa dioperasikan,” tutup Okta. (151)