Bengkulu Dilanda Suhu Dingin


Foto ist

Waspadai Ispa dan Alergi Kulit

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dalam sepekan terakhir suhu dingin melanda Bengkulu mencapai 17 derajat celcius. Penurunan suhu terbilang langka, terlebih saat ini cuaca sangat terik dan panas akibat kemarau. Kepala Stasiun BMKG Bengkulu, Kukuh Ribudiyanto mengatakan, fenomena ini disebabkan cuaca pada malam hari cerah, sehingga terjadi pelepasan energi panas bumi pada malam hari sangat maksimal atau tidak ada halangan dari awan. Sehingga ketika bumi melepaskan panas (di malam hari), suhu di permukaan turun sehingga menyebabkan malam lebih dingin.

Selain itu, pada saat musim kemarau ini juga terjadi aliran massa udara dingin dan kering dari Benua Australia. Hal ini tentunya menyebabkan fenomena yakni masuknya udara yang bersifat dingin dari Australia ke Indonesia.

“Pengamatan pada hari Minggu (15/9) tercatat suhu terendah mencapai 17,6 derajat pada pukul 05.00 WIB,” kata Kukuh, kemarin (16/9).

Ia mengaku, kondisi suhu rendah atau dingin ini akan terus berlangsung hingga Oktober atau saat muncul awan. Sehingga sepanjang musim kemarau sejak Juli lalu, rata-rata suhu di Bengkulu mencapai 21,5 derajat celsius. Sementara suhu normal Bengkulu berkisar 31 derajat celsius. “Untuk dinginnya kondisi suhu Bengkulu dirasakan warga Bengkulu sejak tiga hari terakhir dan akan terus berlangsung sampai berakhirnya musim kemarau ini,” ujarnya. Ia menambahkan, karena suhu terlalu rendah dikhawatirkan dapat merugikan kesehatan masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang mengidap penyakit asma dan alergi dingin.

“Berbeda dengan orang yang mempunyai penyakit yang bisa kambuh karena cuaca dingin seperti asma, alergi dingin, dan juga orang yang mempunyai kulit sensitif terhadap sinar matahari dengan cuaca cerah radiasi matahari akan maksimal mencapai bumi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan masyarakat Bengkulu diminta agar mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) serta alergi kulit. Hal ini seiring dengan dinginnya cuaca yang melanda Provinsi Bengkulu akhir-akhir ini. “Suhu rendah rentan menyebabkan ISPA yang diawali gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Jika dalam tiga hari tidak sembuh, segera periksakan ke dokter,” kata Herwan.

Menurut Herwan, ISPA sering kali diabaikan lantaran cenderung terasa seperti penyakit ringan. Padahal jika dibiarkan, bisa menyebabkan tubuh bertambah parah hingga terserang bronchitis. Penyakit tersebut bisa menyerang berbagai usia, dari anak-anak hingga usia lanjut. Namun yang paling rentan, yaitu balita lantaran daya tahan tubuh mereka masih lemah. “Terutama untuk balita, penyakit ISPA ini harus diwaspadai para orangtua. Jika ada gejala-gejala tadi, segera periksakan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” tuturnya.

Selain ISPA, cuaca dingin juga rentan menyebabkan alergi kulit. Dampaknya, kulit menjadi gatal-gatal dan bisa menyebabkan infeksi. Untuk mengantisipasi penyakit-penyakit tersebut, Ia mengimbau agar masyarakat melindungi tubuh dari cuaca dingin dengan memakai pakaian tebal. Selain itu, juga harus menjaga pola makan serta kebersihan lingkungan. “Dan juga berolah raga. Sebab, hal-hal inilah yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak rentan terserang berbagai penyakit,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*