Bengkulu Dikepung Banjir

RIO-BANJIR RT 21 PERUMAHAN Griya Asri SURABAYA (2) banjir tanjung agung RIO-BANJIR RT 21 PERUMAHAN Griya Asri SURABAYA (4)BENGKULU, BE – Kemarin, sejumlah titik di Kota Bengkulu terkepung banjir. Banjir cukup parah dirasakan 20 Kepala Keluarga di Perumahan Permata Griya Asri RT 21 RW 6 Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut.  Banjir di kawasan ini mencapai sekitar 1 meter di dalam rumah atau sebatas perut orang dewasa.  “Air sudah mulai naik sejak pukul 10.00 WIB. Air berasal dari kawasan sekitar. Sementara drainase di kawasan ini tampaknya sedang bermasalah. Namun saat ini air sudah mulai surut,” kata Camat Sungai Serut, Juradi Azan SSos.
Juradi mengatakan, banjir juga terjadi di RT 1 RW 1 Kelurahan Semarang. Sebanyak 5 rumah bedengan terendam banjir dengan ketinggian sekitar lutut orang dewasa. Sejumlah personil Lanal dan Polres Bengkulu sempat memantau kondisi banjir di kawasan ini dengan mengerahkan perahu karet.  “Warga yang mengalami banjir sementara mendapat pertolongan secara swadaya dari warga di sekitarnya. Banjir ini menjadi hikmah bagi kami untuk semakin meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan,” papar camat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu Drs Sudarto Widyo Seputro MSi mengatakan, banjir yang terjadi saat ini belum melumpuhkan aktivitas warga. Saat diwawancarai, ia menyatakan, pihaknya belum menyalurkan bantuan ke rumah-rumah warga yang mengalami banjir. “Kalau banjir ini hingga mengakibatkan aktivitas warga lumpuh, bantuan akan segera kita mobilisasi,” ucapnya.

Rendam Ratusan Rumah
Hujan yang mengguyuri Kota Bengkulu sejak Senin malam (20/1) hingga kemarin sore, membuat banjir dengan kedalaman mencapai hampir 1 meter di beberapa tempat di Kota Bengkulu.  Daerah yang dilanda banjir itu, yakni Kelurahan Surabaya, Tanjung Jaya,  Gang Merpati 4, 5, 7, dan Gang Al-Ikhlas Keluarahan Rawa Malmur Kota  Bengkahulu, dengan jumlah rumah yang terendam mencapai 300 unit lebih.
Pantauan di lapangan, banjir yang dengan ketinggian sekitar 30 hingga 50 cm juga menggenangi ratusan rumah kawasan di Kecamatan Ratu Agung. Diantaranya Jalan Merapi XI RT 1, RT 2, RT 3, RT 4, RT 5 dan RT 6 Kelurahan Kebun Tebeng. Banjir dengan ketinggian yang sama juga ditemui di RT 15, RT 16, RT 17 dan RT 18 Kelurahan Kebun Tebeng.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkuku, Ir Kolendri bersama tim dari Polair, Basarnas, TNI dan polisi  bergerak cepat mendapati adanya informasi banjir tersebut. Sekitar pukul 13.00 WIB siang kemarin, mereka pun langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi banjir  tersebut.
Selain membantu mengevakuasi warga, tim juga mendata jumlah warga yang terkena banjir untuk diberikan bantuan. “Untuk membantu mengavakuasi warga, tim telah menyiapkan sedikitnya 3 perahu karet untuk mempermudah pengangkutan warga keluar dari rumahnya,” ungkap Kolendri.
Selain itu, ia menyatakan akan memberikan bantuan kepada korban banjir tersebut, seperti makanan cepat saji, selimut, beras dan obat-obatan serta bantuan lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
Untuk tempat penampungan sendiri, Kolendri mengaku belum mendirikan posko khusus, karena sejauh ini warga korban banjir tersebut masih bisa ditampung di rumah warga yang tidak terkena banjir.
“Kita melihat kondisi terlebih dahulu, jika hujan turun dan rumah semakin banyak yang terendam, tidak menutup kemungkinan akan kita dirikan posko untuk menampung korban banjir ini,” ujarnya.
Kendati terkena banjir, ia berharap warga tidak panik dan tidak meninggalkan rumahnya dalam kondisi tidak terkunci. “Kami minta warga tetap tenang, selamat barang yang bisa hancur terkena air dan dokumen penting lainnya,” pinta Kolendri.
Sementara itu, Kepala Oberservasi dan Informasi BMKG stasiun Pulau Baai Bengkulu, Sudiyanto SP, mengatakan bahwa Bengkulu akan terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama satu minggu ke depan.
“Yang jelas dalam waktu seminggu ke depan hujan masih ada, dan ini perlu diwaspadai bagi masyarakat yang tinggal di dataran rendah yang rawan banjir,” ungkapnya mengingatkan.
Selain hujan, BMKG juga memprediksikan dalam beberapa minggu ke depan Bengkulu berpotensi hujan disertai badai dengan kekencangan diatas normal.
“Normalnya 5-10 Knot, namun yang terjadi di Bengkulu hingga awal Februari mendatang diprediksi diatas normal, yakni dengan kekencangan antara 15-20 knot,” paparnya. (009/400)

  • adit 23 Januari 2014 at 20:58

    Kl daerah dstu, pmerintah ngk usah bntu,, mmang dri dlu dsruh pndah tdk mau pndah,

  • adit 23 Januari 2014 at 21:01

    Laen kali cri rmah tu jngan ddtaran rndahh, itu nmonyo cri pekaro, slah sndri, jngan slahkn pmrintah