Bengkulu Daerah Penetralisir Karbon

Penanaman PohonBENGKULU, bengkuluekspress.com – Hingga saat ini Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah di Indonesia sebagai penetralisir karbon atau pengaruh dari efek rumah kaca. Ini dibuktikan dengan masih baiknya kualitas oksigen, dengan indeks 92,5 persen. Hal ini disampaikan Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi saat diwawancarai disela-sela penanaman sejuta pohon karet merah di Simpang Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu, Rabu (10/01/2017).

Dalam kegiatan itu, Agus Priambudi menyampaikan, berdasarkan data dari Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) kondisi lingkungan Bengkulu masih baik dengan indeks 92,5 persen.

Secara nasional itu, rata-rata indeksnya berkisar antara 88 hingga 90 persen.

“Dengan fakta itu juga artinya Provinsi Bengkulu masih memiliki daya dukung kawasan hutan yang masih cukup baik, yang ditopang dengan keberadaan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) dan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBBS) serta sejumlah kawasan hutan lainnya. Maka dari itu, ditingkat nasional kita merupakan salah satu daerah penetralisir karbon yang masih baik,” ungkap Agus.

Menurutnya, guna mempertahankan sebagai daerah penetralisir karbon, program penanaman sejuta pohon seperti yang dilakukan saat ini sangat penting dilakukan.

“Setidak-tidaknya kita harus menumbuhkan kesadaran menanam pohon, minimal per orangnya 25 pohon. Karena dampaknya sangat dibutuhkan untuk generasi mendatang, terutama dalam menjaga kualitas lingkungan,” tegas Agus.

Apalagi, lanjut Agus, pohon karet merah per hektarnya dapat menyerap sebanyak 40 ton karbon dalam setahun.

“Dengan begitu karet merah merupakan salah satu jenis pohon penghasil oksigen terbesar. Disamping itu karet merah juga memiliki nilai ekonomis, karena getahnya bisa disadap dan sebagai bahan obat-obatan tradisional,” ujar Agus.

Ditambahkan Ketua Green Indonesia Provinsi Bengkulu, Suharman. Dalam tahun ini sebanyak 150 ribu pohon karet merah sudah ditanama di 10 Kabupaten/Kota.

“Target kita sejuta pohon, sehingga nantinya dengan gerakan tanam sejuta pohon ini juga dapat mempertahankan jenis karet merah yang sudah hampir mengalami kepunahan,” singkatnya. (Dil)