Bengkulu Belum Terima Vaksin Covid-19


BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi Bengkulu hingga saat ini belum menerima kuota vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI.
Padahal beberapa daerah lain di Indonesia telah mendapatkan jatah kuota vaksin Covid-19. Bahkan Sumatera Selatan dan Sumatera Utara telah menerima jatah vaksin Covid-19 yang rencananya akan mulai didistribusikan pada Desember 2020 mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan surat resmi dari Kementerian Kesehatan terkait jatah vaksin Covid-19 untuk Provinsi Bengkulu. Meski begitu, dinas kesehatan di kota/kabupaten se-Provinsi Bengkulu saat ini tengah mempercepat pendataan sasaran vaksinasi Covid-19. Ketersediaan data sasaran vaksinasi Covid-19 penting guna menetapkan jumlah dosis vaksinasi Covid-19 tahap pertama untuk Provinsi Bengkulu.
“Hingga kini Bengkulu belum memiliki kuota atau jumlah orang yang akan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Pendataan masih dilakukan dinas kesehatan kota dan kabupaten. Pendataan tersebut perlu dipercepat agar bisa segera ditetapkan jumlah orang dan dosis vaksin Covid-19 tahap pertama di Bengkulu,” kata Herwan, kemarin (18/11).
Menurut Herwan, untuk menetapkan sasaran utama vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Provinsi Bengkulu, pihaknya mengacu kepada ketentuan pemerintah pusat. Sasaran utama vaksinasi Covid-19 di Bengkulu, yakni mereka yang berada di garis depan dalam penanganan Covid-19, yakni tenaga kesehatan, kepolisian, TNI, Satgas Penanganan Covid-19 dan guru.
“Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Bengkulu tetap mengikuti arahan dan ketentuan pemerintah pusat. Prioritas vaksinasi Covid-19 tahap pertama nanti, yakni tenaga kesehatan, para petugas Satgas Penanganan Covid-19, jajaran kepolisian, TNI dan guru,” ujarnya.
Meski begitu, Herwan meminta kepada seluruh pihak agar tetap melakukan 3M yakni wajib menjaga jarak, wajib mencuci tangan dan wajib memakai masker. Sehingga selagi vaksin Covid-19 dalam proses pendataan, protokol 3M wajib terus dipatuhi. Selain 3M, pemerintah juga terus melakukan 3T yakni tracing, testing, dan treatment. Sehingga bisa memutus penularan Covid-19.
“Kampanye 3M di awal-awal sangat kencang sekali dan terus berjalan sampai sekarang. Jika 3M tidak berjalan, maka 3T pasti akan lebih parah. Sekarang 3M sudah berjalan, saatnya kita mulai membicarakan 3T,” ujar Herwan.
Ia melanjutkan, sebelum ditemukannya vaksin Covid-19, masyarakat harus tetap melakukan 3M. Itu disebut vaksin paling ampuh untuk memutus penularan Covid-19.
“Saat ini 3M masih satu-satunya cara vaksin paling ampuh,” katanya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah konsistensi penerapan 3M dalam segala hal. Ketika konsistensi meningkat maka penyebaran Covid-19 akan menurun.
“Jadi kita harus konsisten dan jangan lengah untuk melakukan 3M. Bersamaan dengan itu kita semua serta masyarakat harus mendukung pelaksanaan 3T, terutama dalam hal testing. Karena apabila masyarakat tidak mau melakukan testing, maka tracing tidak akan terjadi,” tutupnya.(**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*