Bengkulu Alami Suhu Rendah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Provinsi Bengkulu akhir-akhir ini mengalami suhu rendah hingga 14 derajat celcius pada malam dan pagi hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut suhu rendah tersebut merupakan dampak dari musim dingin yang terjadi di Australia.

“Suhu dingin yang dirasakan saat ini memang diluar kewajaran, mengingat Bengkulu sudah mulai memasuki musim kemarau. Dengan suhu dingin sekarang mulai dikeluhkan masyarakat di Provinsi Bengkulu ini, disebabkan karena Australia dilanda musim dingin,” ungkap Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Soekarno Bengkulu, Warjono, kemarin (15/8).

Dijelaskan, akibat musim dingin di Australia memberikan dampak bagi Provinsi Bengkulu, lantaran angin yang mendorong udara dari Barat ke Timur, sehingga udara dingin dari Australia ikut terdorong ke bagian Selatan garis Khatulistiwa Indonesia.

Akibatnya, sebagian wilayah Selatan, termasuk Bengkulu menjadi dingin, dengan rata-rata suhunya 16 sampai 22 derajat celcius pada malam dan pagi hari.

“Suhu dingin yang kita rasakan juga disebabkan karena awan yang biasanya membawa hujan tidak ada. Kondisi ini berdampak pada radiasi panas matahari yang mudah terlepas kembali ke atmosfer,” ujar Warjono.

Lebih jauh dijelaskan, suhu dingin yang dirasakan masyarakat sekarang ini, tingkatnya juga bervariasi dan tergantung letak wilayah. Misal di Kabupaten Bengkulu Utara yang berada di dataran tinggi, suhu bisa berada diangka 14 sampai 18 derajat Celsius. Sedangkan untuk daerah dataran rendahnya, suhu udara bisa menyentuh 22 sampai 34 derajat celcius. Bahkan beberapa waktu terakhir tercatat, suhu mulai naik angka 28 derajat celcius pada pukul 11.00 WIB.

“Suhu dingin ini berakhir seiring selesainya musim kemarau, yang diperkirakan pada awal Oktober mendatang. Musim kemarau di Bengkulu juga tidak merata dan ada sebagian wilayah lagi yang masih dilanda hujan,” tutupnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, H Herwan Antoni SKM Mkes MM mengungkapkan, suhu rendah atau dingin bisa menyebabkan beragam gangguan kesehatan seperti penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus, bibir kering, mimisan, dan hipotermia. Hal ini disebabkan karena suhu dingin membuat lingkungan cenderung lebih lembab. Sedangkan lingkungan lembab merupakan habitat ideal bagi virus dan kuman untuk berkembang lebih cepat. Suhu dingin menyebabkan penularan flu melalui udara menjadi cepat dan penyebarannya pun sangat mudah. Tetapi itu juga dipengaruhi sistem imun tubuh.
“Jadi, menjaga gaya hidup sehat harus diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, menerapkan gaya hidup sehat dapat dilakukan dengan menjaga metabolisme tubuh. Ketika memasuki lingkungan yang dingin, tubuh akan mendistribusikan darah ke daerah badan yang akan dihangatkan dan dilindungi. Salah satu cara untuk menjaga metabolisme tubuh adalah dengan tidak lupa mengonsumsi air putih, karena hawa dingin kadang membuat tubuh tidak merasa haus.

“Jadi, kalau kita lupa minum, akan mengganggu kinerja metabolisme tubuh, usahakan rutin minum air putih selama suhu rendah berlangsung di Bengkulu,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*