Bencoolen Coffee Tawarkan Program Prakerja untuk Latih Barista dan Usaha Kopi

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Indonesia merupakan negara penghasil kopi nomor 4 di dunia dengan komoditas yang tersebar di berbagai daerah mulai Sabang hingga Marauke. Dari sekian banyak daerah penghasil kopi, Bengkulu termasuk salah satu daerah yang menghasilkan kopi Robusta terbesar ketiga di Indonesia.

Pengembang Kopi Bengkulu dengan brand The Bencoolen Coffee berinisiasi untuk malakukan pelatihan & usaha kopi secara online dalam program Prakerja. Terlebih kopi Bengkulu telah mendapatkan penghargaan Silver AVPA 2019 di Perancis sebagai kopi terbaik.

“Maka dari itu kita memilih untuk melakukan pelatihan kopi kepada para non pekerja dan millenial dalam memanfaatkan salah satu dampak akibat wabah Covid-19, yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Direktur Bencoolen Coffe, Mardiana, Rabu (22/4).

Foto IST/ BE – The Bencoolen Coffee berinisiasi untuk malakukan pelatihan & usaha kopi secara online dalam program Prakerja.

Menurutnya, salah satu bentuk pelatihan yang dipilih The Bencoolen Coffee adalah dengan ikut program Kartu Pra Kerja di platform digital. Dimana pemerintah membuka kesempatan bagi 5,6 juta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan skill dan keterampilan baru.

“The Bencoolen Coffee memberikan pelatihan berupa ilmu wirausaha kedai susu kopi secara Reguler,” katanya.

Tentu saja, lanjut Mardiana, pelatihan itu selain pelatihan Barista dari material hingga praktek lapangan agar masyarakat mampu melakukan usaha secara mandiri.

“Program ini kita mulai perdana pada tanggal 23 April 2020 di platform maubelajarapa dan 28 April 2020 di platform Skill Academy,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kordinasi Kopi Bengkulu, Ir. Dedi Yudiant, MBA mengatakan, program harus berbeda dan memberikan pendampingan secara terus menerus sehingga memastikan pelatihan dapat bekerja selain harus menyuplai bahan baku secara konsisten. Tentunya berbeda dengan materi yang lain, program ini mendukung prakerja untuk meningkatkan skill dari hulu sampai hilir.

“Tidak hanya itu, peserta diharapkan mampu melakukan pemasaran hingga delivery kepada RT dan RW. Program ini diharapkan tidak hanya membantu pengusaha kopi, namun juga membantu ratusan ribu petani kopi Bengkulu dan jutaan se-Indonesia, yang sedang kesulitan juga untuk ekspor kopi ditengah Wabah,” tutup Dedi. (HBN)