Bencana Datang, Kemana Walikota ?

Foto; Helmi Hasan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Ketidakhadiran sosok Walikota Helmi Hasan SE di tengah masyarakat pada saat musibah banjir hingga menimbulkan korban, menjadi pertanyaan besar masyarakat. Pasalnya seorang pemimpin justru diharapkan dapat menampakkan kepedulian secara langsung ketika warga sedang dilanda musibah.

Untuk diketahui sebelum musibah ini terjadi Walikota sudah lebih dulu terbang ke luar kota sesuai jadwal untuk menghadiri rapat musyawarah Komwil II Apeksi di kota Lubuk Linggau. Acara tersebut dirasa sangat penting karena Walikota Helmi Hasan akan menyerahkan tongkat kepemimpinan Apeksi se Sumbagsel.

Wakil Walikota, Dedy Wahyudi SE MM menyampaikan dalam dialog RBTV, Selasa Malam (30/4), bawasannya secara fisik Walikota memang tidak hadir akan tetapi bukan berarti tidak memikirkan rakyat. Karena pada saat musibah banjir datang Walikota dengan komandonya telah memerintahkan seluruh perangkat Pemerintahan daerah Kota Bengkulu, mulai dari Lurah, camat, Rumah Sakit, BPBD, Tagana, Dinsos, Damkar bahkan seluruh OPD yang tidak pada dibidang penanggulangan bencana pun diwajibkan untuk membantu warga dan menyalurkan bantuan secara merata.

Disisi lain, Walikota melalui jejaringannya dipusat juga meminta bantuan agar persoalan banjir di Kota Bengkulu teratasi. “Saya sebagai Wakil Walikota mengambil alih saat itu, dan semua perangkat pemerintahan hadir di lapangan dan itu perintah beliau (Walikota),” kata Dedy saat menyampaikan dalam dialog RBTV, Selasa Malam (30/4).

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bengkulu, Suimi Fales SH menuturkan bahwa hadir atau tidak hadirnya sosok Walikota di lapangan pada saat banjir itu bukanlah suatu persoalan yang perlu dibesar-besarkan, apalagi ketidakhadiran Walikota bukan faktor kesengajaan karena sudah pergi sesuai agenda terjadwal sebelum musibah banjir ini datang sehingga bisa dimaklumi.

Dan yang dibutuhkan rakyat saat itu adalah bantuan darurat, suplai makanan dan berbagai fasilitas lainnya pada saat evakuasi atau pengungsian. Dan hal ini sudah dirasakan langsung oleh warga dimana seluruh perangkat pemerintahan bergerak dan melakukan penanggulangan secara maksimal dilapangan, tentu hal ini bukti bahwa Walikota tidak tinggal diam pada saat Kota Bengkulu dilanda bencana.

” Saya sempat telpon Pak Wali, saya lagi cari bantuan katanya, menggalang bantuan untuk turun ke Bengkulu. Artinya inilah perannya Wakil Walikota untuk mengatasi kondisi di daerah, Pak Walikota menggalang bantuan sebanyak mungkin untuk turun dengan cepat ke Bengkulu, itu yang paling penting,” tutur Suimi Fales.

Sementara itu, Aktifis Pemuda, Feri Sapran menanggapi bahwa ada dua narasi berpikir dalam persoalan ini, pertama ada keinginan masyarakat seyogyanya Walikota itu harus hadir ketika ada bencana yang luar biasa dahsyat. Kedua, tidak penting Walikota ada di Bengkulu tapi yang terpenting adalah kebijakannya.  Menurut Feri kedua narasi ini sama-sama ada alasan dan masuk akal, sehingga tinggal dikembalikan ke masyarakat mana yang lebih baik.

” Saya contohkan, anda boleh tidak datang ke Pesta pernikahan tetapi anda tidak boleh tidak datang ke tempat orang kena musibah. Saya sepakat bahwa tidak penting pemimpin buka acara acara ini buka acara itu yang sifatnya seremonial saja. Tapi pada kondisi duka seyogyanya dia (Walikota) harus berada ditengah-tengah masyarakatnya karena hubungan emosional itu tidak bisa digantikan dengan video call, karena ketika kita bertatap muka langsung maka akan ada hubungan emosional terbangun,” papar Feri.

Masyarakat banyak mempertanyakan keberadaan walikota saat warganya tertimpa musibah. Sebab, saat musibah di Palu, walikota Bengkulu Helmi Hasan menunjukan kepeduliannya dengan mendatangi Palu. Namun musibah terjadi di Bengkulu justru tidak tampak.

Sementara itu secara terpisah, kepada Bengkulu EKspress, Walikota Helmi Hasan menyampaikan dirinya sedang mengikuti kegiatan Musyawarah Komisariat Wilayah II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di Kota Lubuk Linggau. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menggalang donasi untuk korban banjir di Kota Bengkulu. “Kita menggalang kepedulian para anggota APEKSI untuk ikut bersimpati kepada para korban,” ungkap Helmi Hasan.

Untuk diketahui, beberapa kepala daerah yang hadir dalam kegiatan ini Walikota Lubuk Linggau dan Wakil Walikota Lubuklinggau, Walikota Palembang, Walikota Jambi, Walikota Pangkal Pinang, Walikota Sungai Penuh, Walikota Pagar Alam, Walikota Prabumulih, Walikota Metro, Walikota Lampung dan Walikota Bengkulu.

Helmi pun menceritakan bila banjir di Kota Bengkulu disebabkan oleh aktivitas tambang di hulu sungai. Dia pun berharap agar para walikota yang hadir bisa ikut bersolidaritas menyelesaikan masalah ini. “Kita terus berikhtiar dan berdoa semoga persoalan tersebut bisa cepat selesai dan bencana tidak terjadi lagi,” jelasnya. (805)