Benarkah Daging Kambing Pembangkit Libido

sate-kambingKoko, 24 tahun, mengaku sangat menyukai afrodisiak. Beragam jenis afrodisiak sudah dicoba pegawai swasta tersebut, mulai dari yang alami hingga obat-obatan yang banyak dijual di kios kawasan Mangga Besar. “Kalau seminggu saja enggak pakai (afrodisiak), rasanya ada yang kurang,” ujarnya.

Dari sejumlah afrodisiak yang sudah dicicipi Koko, bahan pangan alami jadi favoritnya. Ia mengaku lebih percaya khasiat daging kambing dan makanan laut, dibanding obat herbal. Apalagi, kata dia, bahan pangan alami tidak memiliki efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Ketagihan Koko terhadap afrodisiak bermula saat sang istri memuji kinerjanya di ranjang. Koko pun mengaitkan hal itu dengan seporsi sate kambing yang dimakannya tiga jam sebelum berhubungan seksual. Penasaran, tiga hari kemudian Koko kembali mengasup makanan yang sama. Ternyata pujian serupa kembali ia tuai dari sang istri.

Koko tak memungkiri, kedahsyatan performanya saat bercinta bisa jadi tak semata-mata dipengaruhi sate kambing. Apalagi, sebelum menikahi sang istri, ia sudah menggemari makanan tersebut. “Tapi saya tetap percaya daging kambing itu afrodisiak. Soalnya, setelah makan sate kambing, saya jadi lebih mudah turn on (bergairah) saat digoda istri,” kata dia.

Angel, 29 tahun, juga amat menggilai olahan daging kambing. Paling tidak sepekan sekali ibu satu anak ini mengkonsumsi bahan makanan tersebut. Daging kambing dipercaya Angel memberi efek nyaman dan relaks di daerah perut, sehingga membuat gairah seksualnya meningkat.

Namun tak sembarang daging kambing dikonsumsi Angel untuk urusan libido. Setelah mencoba sejumlah olahan, ia kini lebih pemilih. Daging tanpa lemak di bagian punggung kambing jadi kegemarannya. Bagian itu diolah dengan cara direbus terlebih dulu, baru dibakar. “Sebenarnya sudah banyak afrodisiak yang saya coba. Tapi yang paling terasa efeknya memang daging kambing, terutama kambing bakar Kairo yang empuk itu,” ujarnya.

Menurut Angel, khasiat kambing bakar sebagai pembangkit libido sudah tak ia ragukan. Afrodisiak itu bisa membuatnya sanggup berhubungan seks tiga kali sehari, dengan durasi bercinta cukup lama. “Suami selalu senang kalau saya habis makan kambing bakar. Soalnya, saat dia pulang kantor, saya menyambutnya seperti “cacing kepanasan”. Di ranjang pun, kata dia, performa saya jadi “berbeda”,” kata Angel.

Prof Hardinsyah, seorang ahli gizi, mengatakan, daging kambing memang sudah sejak lama dipercaya mempengaruhi libido. Sebabnya, daging kambing mengandung zinc atau seng yang bermanfaat meningkatkan jumlah sperma serta memicu otak untuk menghasilkan hormon testosteron maupun progesteron. Selain kambing, seng juga terdapat pada daging sapi, telur, ayam, dan kepiting.(**)