Belum Ada Titik Temu

KARANG TINGGI, BE- Ganti rugi tanam tumbuh belum ada titik temu. Karena warga pemilik tanah belum mau menyerahkan tanahnya untuk dibangun kantor pemerintahan. “Ya masyarakat belum mau menyerahkan, ya karena isinya sawit, sayang kan (kalau ditebang),” ungkap Kepala BPN, Mananti Sinaga, SH, usai kesepakatan ganti tanam tumbuh di ruang rapat Aula Bupati, kemarin. Ada 40 ha tanah yang belum dibebaskan milik warga Desa Renah Lebar dan Renah Semanek Karang Tinggi. Pemiliknya berjumlah 22 orang. “Belum ada kesepakatan soal harga, masih ada sebagian warga yang tidak mau menyerahkan tanahnya. Ya masih akan dibicarakan lagi” ujar Kabag Pemerintahan Drs Achmad Munir, kemarin. Harga ganti tanam tumbuh, jelas Munir sudah disepakati pemerintah. Tidak bisa melobi dengan harga pasar. “Itu ada harganya, dan sudah ditetapkan pemerintah,” ujarnya. Dari data terhimpun, pembangunan ibukota Kabupaten Bengkulu Tengah di Desa Renah Lebar dan Renah Semanek, akan dilanjutkan pembangunan tahun ini. Namun, pembangunan tersebut saat ini terhambat lantaran sebagian tanah warga belum dibebaskan. “Ya masih membahas soal itu,” ujar Drs Achmad Munir, sekretaris pembangunan ibukota pemerintahan tersebut. (122)