Belum Ada Titik Temu Soal Pasar Kribo

Pedagang Setujui Pasar Ampera Jadi PTM
Foto ; IST

BINTUHAN KABUPATEN KAUR, Bengkulu Ekspress – Hearing yang digelar DPRD Kaur dengan mempertemukan antara pedagang, pengelola Pasar Kribo dengan Pemda Kaur serta pengelola pasar Pagar Batu Kecamatan Tanjung Kemuning kemarin (9/7), belum juga menemukan titik temu. Sebab kedua belah pihak tetap bersikukuh untuk membuka pasar hari Sabtu atau hari yang sama. Akibatnya dengar pendapat yang digelar di ruang komisi II DPRD Kaur kemarin belum berhasil menbuahkan kata sepakat.



“Belum ada keputusan dan nanti hearing ini akan kita gelar kembali. Juga kita berharap pertemuan ini ada jalan keluar sehingga persoalan pasar yang ada di Tanjung Kemuning dapat selesai,” kata Ketua DPRD Kaur, Jailani S.IP yang memimpin rapat, kemarin, (9/7)

Sebagaimana diketahui Pasar Kribo sampai saat ini tetap dibuka dan dijadikan masyarakat sebagai pasar hari Sabtu, sementara diwaktu bersamaan, Pemkab Kaur bersama instansi terkait membuka pasar baru yakni pasar Pagar Batu dengan waktu yang bersamaan. Akibatnya pasar Pagar Batu sepi pembeli dan pedagang. Pemkab meminta agar Pasar Kribo tidak dibuka hari Sabtu, akan tetapi sejumlah warga dan pedagang tetap saja menjalankan aktivitas jual beli. Bahkan dalam penertiban yang dilakukan Pemkab Kaur beberapa waktu sebelumnya, sempat bersitegang antara pedagang dan pihak Pemkab Kaur bahkan Mobnas camat mengalami pelemparan batu.

“Kita minta permasalahan ini diselesaikan secara dingin tanpa ada kekerasan, dan juga masyarakat atau pengelola pasar agar mentaati aturan pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, Kadis Desperindagkop Kaur, Rohina MSi juga menyampaikan, keberadaan Pasar Kribo itu dinilai ilegal dan belum ada izin pemerintah. Selain itu juga ini tidak memungkinkan apabila dalam satu hari ada dua pasar. Maka dari itu ia meminta kepada pengelola Pasar Kribo agar membuka kegiatan pasar lain hari. “Kita dari Perindag tidak ada niat menutup Pasar Kribo itu, akan tetapi jangan dibuka hari Sabtu saja, dan juga kita minta kepada pedagang agar pindah ke pasar Pagar Batu,” harapnya.

Terkait hal ini pemilik lahan pasar Mawansyah Judin SH, usai mengikuti rapat kemarin mengakui pihaknya meminta Pemkab Kaur untuk tidak menghalangi penjual dan warga untuk berniaga di Pasar Kribo. Dia berharap warga dan penjual tetap diberikan kesempatan untuk berjual beli di hari Sabtu di lokasi pasar yang sudah puluhan tahun ada itu.  “Tadi belum ada kata sepakat, para perwakilan pedagang tetap ingin berjualan hari Sabtu di Pasar Kribo, sementara Pemda tak mau pindah hari pasar,” jelasnya. (618)