Belum Ada Tersangka

MUKOMUKO, BE- Meski diduga kuat tewasnya Hendra (9), bocah asal Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko, akibat ulah sang paman, hingga kemarin polisi belum menentapkannya sebagai tersangka. Polres MM masih perlu meminta keterangan saksi dan sang paman bernama Adnan itu. “Bocah atas nama Hendra yang ditemukan tewas itu diduga kuat dibunuh oleh pamannya sendiri. Kendati demikian kami belum dapat menetapkan Adnan sebagai tersangka. Kami akan meminta keterangan dari saksi-saksi, pihak keluarga dan Adnan sendiri. Namun arah tersangka kuat ke paman korban,” tegas Kapolres Mukomuko AKBP Wisnu Widarto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Laba Meliala SIK dikonfirmasi BE kemarin siang. Dijelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan atas peristiwa yang mengenaskan tersebut. Ketika ditanya apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan, Meliala mengaku belum bisa memastikannya. “Untuk saat ini belum dapat kita pastikan. Yang jelas pelaku akan dirawat terlebih dahulu di RSUD Mukomuko. Dan, kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Jika dari pihak keluarga mengatakan pelaku diduga ada kelainan jiwa, maka kami pun akan melakukan langkah selanjutnya. Di antaranya akan melakukan tes kejiwaan. Yang jelas saat ini kami juga mengutamakan kepulihan Adnan,” bebernya. Ditambahkan Meliala, dari hasil identifikasi sementara di lapangan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya kayu yang diduga kuat digunakan pelaku untuk membunuh bocah malang tersebut. Sementara itu bocah atas nama Ragil (4) yang dirawat di RSUD M Jamil Padang, kemarin (1/3) berangsur pulih. Hanya saja jari manis bocah itu terpaksa akan diamputasi yang karena luka sayatan yang sangat parah. Sedangkan korban yang tidak lain kakak dari Ragil, (Hendra,red) kemarin pagi sudah dimakamkan. Pantauan di lapangan, duka yang mendalam dialami keluarga besar Lukman dan Elfi (orang tua kedua bocah, red) juga rasakan oleh istri Bupati Mukomuko Hj Rosna Ichwan, Sekkab MM BM Hafrizal dan istri serta Kapolres Mukomuko AKBP Wisnu Widarto SIK dan jajarannya. Ini dibuktikan para pejabat itu menyempatkan diri untuk datang kerumah duka dan menyampaikan ucapan duka apa yang telah menimpa keluarga Lukman sekeluarga.
Salah seorang paman kedua bocah tersebut Junaidi mengatakan, Adnan diduga mengalami gangguan jiwa yang sudah cukup lama diidapnya. Sebelum peristiwa mengenaskan itu terjadi kata Junaidi keponakannya itu memang dibawa oleh Adnan keluar rumah dengan tujuan untuk mengajak kedua bocah itu jalan-jalan. Sekitar pukul 15.00 WIB Adnan mengajak kedua bocah itu pergi ke pantai. Hanya saja, Ragil adik dari almarhum (Hendra,red) ketika diperjalanan menangis, sehingga kedua bocah itu dibawa pulang kerumah. Namun, tidak sebatas itu Adnan pun kembali membawa kedua bocah itu jalan-jalan. Sekitar pukul 16.30 WIB, Adnan sempat pulang kerumah dan langsung masuk ke kamar dan tidur. Sedangkan kedua bocah itu tidak pulang-pulang.

Karena khawatir orang tua kedua bocah itu bersama warga mencari keberadaan bocah tersebut begitu juga Adnan juga ikut mencari. Tapi apa mau dikata, warga menemukan kedua bocah itu sudah tak sadarkan diri dan sudah ditutupi oleh dedaunan. Oleh warga pun keduanya dibawa ke RSUD MM. Entah bagaimana, kata Junaidi ketika keponakannya di temukan langsung dibawa ke RSUD MM Adnan menghilang. “Awalnya kami tidak mencurigai Adnan diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis tersebut. Yang jelas Adnan diduga kuat mengalami gangguan jiwa, yang kadang kambuh sewaktu-waktu. Untuk proses hukumnya kami serahkan ke pihak yang berwajib,” demikian Junaidi. (900)