Belasan Wartawan Mukomuko Ikuti Pelatihan Jurnalistik


BUDI/BE
Wartawan yang tergabung di organisasi PWI Mukomuko mengikuti pelatihan jurnalistik.

MUKOMUKO, bengkuluekspress.com – Belasan wartawan di Kabupaten Mukomuko, Sabtu (14/11) pagi mengikuti pelatihan jurnalistik yang di gelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mukomuko. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PWI Kabupaten Mukomuko ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi dan pengetahuan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Ketua PWI Kabupaten Mukomuko, Budi Hartono menyampaikan, penting bagi seorang wartawan untuk terus mengulang dan memperdalam ilmu penulisan berita agar berita yang disajikan ke publik semakin berkualitas.
”Pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, tentunya untuk memberikan kontribusi positif bagi kemaslahatan masyarakat sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” katanya.

Ia juga menekankan, agar peserta pelatihan, dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan semaksimalmungkin. Saat ini wartawan benar – benar dituntut bisa mengembang ilmu jurnalistik.
“Tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Termasuk lebih mendalam terkait jurnalistik. Kita di jajaran Pengurus PWI Mukomuko, juga terus belajar, agar lebih baik dan lebih profesional dalam menjalankan tugas sebagai wartawan yang bekerja di masing – masing perusahaan media,” katanya.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, PWI Kabupaten Mukomuko menghadirkan wartawan senior sebagai nara sumber, yakni wartawan LKBN Antara Feri Arianto dan wartawan Radar Utara, Wahyudi SH. Pelatihan itu dibagi beberapa sesi, yakni penyampaian materi dasar penulisan berita, materi teknik penulisan berita, peserta diminta menulis berita dengan tema pelatihan jurnalistik dan dikupas secara bersama untuk mengevaluasi berita yang di tulis dari masing-masing peserta.
“Pelatihan jurnalistik ini, kita berbagi pengalaman. Tujuannya untuk perbaikan bersama dan dalam menjalankan tugas jurnalistik serta tetap mematuhi kode etik jurnalistik dan wajib ada unsur 5w+1H,” tambah salah satu nara sumber, Wahyudi. (900)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*